Tips Menghadapi Pacar Yang Tricky

Published by : Marti Posted on : Rabu, 18 Juni 2014

Tips Menghadapi Pacar Yang Tricky

Sulitnya menghadapi pacar yang tricky. Kita harus mengenal mood, sikap berubah-ubah dan yang paling membuat kesal berubah pikiran atau janji. Menghadapi cowok seperti ini butuh kesabaran dan trik supaya enggak membuat hubungan malah tambah buruk. Ini dia tips menghadapi pacar kita yang super tricky!

 

Moody

Saat pacar kita tiba-tiba moody atau berubah menjadi sensitif, sebaiknya menjaga jarak darinya. Meski kita sedang kepengin berduaan. Percaya deh, kalau kita memaksakan keadaan malah akan memicu pertengkaran gara-gara soal sepele. Coba cari kesibukan lain atau pilih hangout dengan sahabat dibanding dirinya, dengan begitu kita jauh dari bosan dan memberikan ia waktu untuk menenangkan diri.

 

Cepat Ngambek

Siapa yang enggak suka melihat pacar kita cepat ngambek? Punya pacar sensitif dan tukang ngambek sering kali membuat kita merasa enggak nyaman atau pede melakukan sesuatu. Daripada memicu pertengkaran yang enggak penting coba sekali-kali mengalah saja selama masalah itu masih dalam tahap wajar. Kalau sikapnya terus-terusan dan membatasi diri kita, bicarakan kepadanya. Dan bila enggak membuahkan hasil meskipun sudah dibicarakan, saatnya mencari gebetan baru girls. Cowok cepat ngambek atau posesif hanya buang-buang waktu.


Berubah Pikiran

Awalnya ia setuju atau merencanakan sesuatu dengan kita akan tetapi tiba-tiba membatalkannya begitu saja. Saat ia melakukan sesuatu yang bertolak belakang dengan keinginan kita coba bersikap tegas. Terlalu sering mengalah atau mengiyakan pacar bisa membuatnya meremehkan diri kita. Dengan menegurnya, pacar akan belajar menghargai dan menghormati keputusan yang sebelumnya kita berdua sepakati.

 

Manipulasi

Cowok tricky biasanya enggak jauh dari sikap manipulasi. Saat mereka melarang atau membatasi kita melakukan sesuatu, belum tentu dia enggak melakukan hal yang ia larang pada kita. Sikap manipulasi bisa berubah menjadi tindakan abuse secara psikologis. Karena mereka melakukan tekanan psikologis dengan kekerasan, atau perkataan yang membuat kita rendah diri atau takut dengan ancaman.

 

 

(stefanie, foto: picphotos.net)

 

author :

Marti

Komentar Kamu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×
Up

SIGN IN