Si Dia Belum Cukup Dewasa Buat Pacaran?

Published by : Redaksi Kawanku Posted on : Minggu, 16 Maret 2014

Si Dia Belum Cukup Dewasa Buat Pacaran?

Kelakuan si dia sering banget bikin kita capek hati. Dibandingkan sama sahabat-sahabat kita yang lain, kita jadi yang paling curhat berantem sama pacar. Bukannya kita sering cari masalah, justru si dia yang sering bikin kita kesal. Karena sifat childish yang si dia punya, kita lebih cocok dibilang kakaknya daripada pacarnya. Duh!

 

Egois

Si dia seringkali enggak memikirkan perasaan kita dan bertindak sesukanya. Bukan cuma sama kita, dia juga kadang bertindak kayak gitu ke orang-orang di sekitarnya. Kalau si dia masih suka bertindak kayak gini, itu tandanya dia belum cukup dewasa buat pacaran. Pacaran kan soal dua orang, bukan soal satu orang yang kepentingannya harus kita penuhi terus.

 

Dia bingung waktu kita marah atau sedih

Bukannya menenangkan kita atau menyediakan pundak buat menangis, si dia justru malah menghindar atau sama sekali enggak membalas SMS dari kita. Waktu kita marah, si dia malah ikutan marah dan enggak tau harus melakukan apa. Kalau dia enggak bisa menghadapi situasi emosional kayak gitu, mungkin dia belum siap buat pacaran.

 

Enggak mau mengalah

Ada kalanya pacaran diwarnai sama yang namanya pertengkaran. Waktu kita dan si dia berantem, ujung-ujungnya selalu kita yang meminta maaf duluan. Dia enggak pernah mau disalahkan dan selalu menghindar. Meskipun dia yang melakukan kesalahan, dia enggak pernah mau buat meminta maaf. Hati-hati kalau si dia enggak mau bertanggungjawab atas kesalahan yang dia perbuat kayak gini, girls.

 

Mencari perhatian dengan cara yang salah

Namanya juga pacar, pasti dia kepengin kita perhatikan. Tapi, kalau mencari perhatian kita sambil mencari masalah? Itu enggak lucu lagi. Dia sengaja flirting sama cewek lain di medsos cuma buat bikin kita kesal atau mengungkap kesalahan kita di masa lalu biar kita marah. Duh, kalau si dia masih begini terus mendingan putusin saja, deh.

 

Lebih sering sama teman-temannya

Saking seringnya si dia bareng sama teman-temannya, kita merasa dia jadi pacar kita cuma satu kali dalam seminggu. Membalas SMS atau chat dari kita juga jarang banget. Padahal kalau kita kepoin handphone si dia, banyak banget SMS dan group chat dia sama teman-temannya. Dia juga takut buat kencan berdua doang sama kita dan lebih sering ngajak kita main sama teman-temannya. Terus, apa bedanya kita sama teman-temannya?

 

(lana, foto: thoughtcatalog.com)

 

author :

Redaksi Kawanku

Kawanku - Majalah Remaja Cewek

Komentar Kamu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×
Up

SIGN IN