Ketika First Date Berubah Awkward

Published by : Marti Posted on : Rabu, 13 November 2013

Ketika First Date Berubah Awkward

Ketika gebetan akhirnya mengajak jalan, rasanya pasti senang banget. Kita pun menyiapkan diri semaksimal mungkin. Pokoknya enggak mau first date ini berakhir gagal atau parahnya, membuat gebetan ilfil. Duh, jangan sampai, deh.

 

Tapi, enggak semua yang sudah dipersiapkan sesempurna mungkin akan berakhir sempurna juga. Mungkin awalnya kencan ini berjalan mulus, tapi enggak lama kemudian kita pengin secepatnya pergi dari sana. Awkward moment ini memang enggak bisa diprediksikan, tapi kita bisa, kok, mengatasinya. Yuk, cari tahu, kejadian apa saja yang biasanya membuat awkward moment ini muncul dan cara mengatasinya.


Case 1: An Awkward Silence

Di kencan pertama, wajar kalau kita pengin terlihat sempurna. Akibatnya, kita enggak bisa bersikap lepas. Setiap kali mau ngomong, pasti dipikirin matang-matang. Dan, gebetan mungkin juga melakukan hal yang sama. Akibatnya terjadi, deh, awkward silence. Atau ketika kita pengin tahu banyak hal tentang gebetan. Saking semangatnya, kita malah terdengar seperti polisi yang sedang menginterogasi, he-he-he.

 

Pernah terjebak dalam situasi ini? Enggak usah khawatir, girls. Biar enggak kejadian, sebaiknya kedua belah pihak enggak sama-sama dominan dalam bicara. Ada yang bicara, dan ada yang mengimbangi. Jika gebetan sedang ngobrol tentang sesuatu, kita tinggal mengimbanginya aja. Atau ketika sudah kehabisan bahan obrolan, enggak ada salahnya membicarakan hal umum, seperti musisi atau film favoritnya. Setelah tahu, pasti akan banyak bahan obrolan selanjutnya.

 

Case 2: Err... Mantan?

Kita sudah mati-matian menahan rasa ingin tahu tentang mantan-mantannya. Meski penasaran, kita merasa belum saatnya aja ngobrolin hal ini. Tapi, bagaimana kalau tiba-tiba gebetan malah bertanya tentang mantan kita? Duh...

 

Easy girls. obrolan tentang mantan enggak membuat first date berakhir kacau, lho. Mungkin pertanyaan itu membuat kita sedih lagi atau kembali emosi karena ingat mantan. Jangan sampai kita kelepasan emosi, girls. Gebetan bisa berpikir kalau kita masih belum bisa move on. Jawab pertanyaannya dengan santai, dan pastikan dia tahu kalau kita sudah enggak mikirin mantan lagi.

 

Tapi, ada kalanya dia yang terlalu menggmbar-gemborkan mantannya, sampai-sampai membuat kita emosi. Duh, bisa saja ini tanda kalau dia belum move on, girls. Kalau dari ekspresinya terbaca dia masih senang ketika membicarakan mantan, sebaiknya kita pikir-pikir dulu, deh, buat lanjutin PDKT ini.

 

Case 3: Bad Joke

Sense of humor setiap orang berbeda-beda. Apa yang kita anggap lucu belum tentu dianggap lucu juga olehnya. Tapi, bagaimana kalau keitka dia melontarkan joke yang menurutnya lucu, malah kita anggap biasa aja sehingga kita enggak ikut tertawa? Duh, awkward banget, deh. Begitu juga jika terjadi sebaliknya. Rasanya, kita pengin lantai terbelah sehingga bisa sembunyi, he-he-he.

 

Dating is supposed to be fun. Ketika dia melontarkan joke yang garing, kita bisa kreatif mengolah joke itu jadi lebih lucu. Atau kalau enggak bisa, kita bisa ikut tertawa. Setidaknya, kita menghargai usahanya, girls. Setelah itu, giring pembicaraan ke hal lain sehingga enggak perlu lama-lama terjebak dalam joke garing itu.

 

Begitu juga jika kita yang melemparkan joke garing. Kalau misalnya dia enggak berkeskpresi apa-apa, enggak usah malu atau marah. Tanggapi dengan santai. Seperti misalnya, "kalau kamu udah makin akrab denganku, kamu pasti akan mengerti dengan joke barusan," atau "ah, udahlah, enggak penting. Mending ngomongin pertandingan basket yang baru aja kamu menangin minggu kemarin." Jadi, enggak perlu menanggung malu lama-lama, deh, he-he-he.

 

Case 4: Siapa Yang Bayar?

Selesai makan, biasanya terjadi awkward moment ketika melihat bill. Kita pasti bingung harus bersikap seperti apa, kan?

 

Tenang, girls. situasi awkward ini bisa diatasi, kok. Pertama-tama, jangan pura-pura enggak melihat bill itu. Enggak selamanya cowok harus selalu membayar, lho. Sebaiknya, berpikirlah kalau kita harus ikut membayar juga, seenggaknya bagian kita sendiri.

 

Biasanya cowok akan memaksa membayar. Kalau dia kelihatan tulus, jangan terus-terusan menolak, girls. Kita bisa membiarkan dia membayar makan kali ini, tapi nanti giliran kita yang membayar, seperti tiket nonton atau uang parkir. Jadi, lebih adil, kan?

 

(iif. foto: allkpop.com)

 

author :

Marti

Komentar Kamu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×
Up

SIGN IN