Fakta Ilmiah Soal Dating dan PDKT

Published by : Redaksi Kawanku Posted on : Rabu, 3 Desember 2014

Fakta Ilmiah Soal Dating dan PDKT

Ternyata ada bukti-bukti dan penelitian ilmiah yang berhubungan soal dating dan PDKLT, lho. Seorang profesor, Dr Joe Fanelli, peneliti dari Syracuse University melakukan studi gimana orang bisa tertarik pada orang lain, apa yang membuat mereka ingin nge-date dengan seseorang dan gimana cara mereka berhubungan.

 

Gunakan bahasa tubuh

Walau enggak selalu, tapi umumnya ketertarikan awal dimulai dari penampilan fisik. Bisa aja bukan cinta pada pandangan pertama tapi lebih pada tertarik pada pandangan pertama. Contoh paling gampang adalah, ketika kita suka melihat model yang cantik dan ganteng. " Dibawah sadar manusia, kertarikan itu selalu berhubungan dengan tingkat kebugaran tubuh dan reproduksi," jelas Dr Fanelli. Cowok berdada bidang secara enggak langsung memberikan indikasi kalau dia punya gen yang bagus bagi keturunannya.  Ada juga hal fisik lain yang enggak keliatan sepeerti pheromones atau bahasa sederhananya adalah 'aroma tubuh'  Ini enggak keliatan jelas tapi tanpa sadar kita tertarik pada orang karena dia punya aroma tubuh yang menurut kita menarik.

 

Jadi saat PDKT perhatikan dengan baik penampilan fisik dan bahasa tubuh kita sehingga bisa menarik banyak orang. Walau belum tentu dia langsung jatuh cinta sama kita, tapi paling enggak dia sudah tertarik dan menoleh ke arah kita. Jangan lupa juga jaga kebersihan tubuh biar enggak bau badan dan bau mulut, ya.

 

Jadi copycat

Menurut Profesor Fanelli, orang akan tertarik pada orang lain yang punya kemiripan dengan dirinya. Makanya saat PDKT dan dating penting banget untuk ngobrol dan berbagi cerita soal hobi atau kesukaan kita. Semakin banyak persamaan, semakin terasa nyambung obrolan kita dan semakin besar juga kemungkinan kita jadian sama dia.

 

Saat dating, kita bisa mengunakan 'chameleon effect', yang artinya kita mengikuti gerakan tubuh si cowok saat berinteraksi. Misalnya dia melipat tangan, kita juga ikutan melipat tangan. Tapi jangan terlalu sering melakukan chameleon effect ini juga, ya. Studi menunjukan hanya dengan 'chameleon effect' bisa membuat orang tertarik. Kita juga bisa melihat seseorang tertarik sama kita atau enggak. Kalau dia banyak mengikuti apa yang kita lakukan entah itu bahasa tubuh, hobi atau kebiasaan kita, bisa jadi dia memang tertarik sama kita.

 
Selalu ada didekatnya

Pertama kali kita ngeliat seorang cowok, kita pikir dia ganteng. Melihat dia untuk kedua kalinya, kita saling betatapan mata dan ketiga atau keempata kalinya, kita jadi ingin mengajak dia ngobrol. " Pada dasarnya manusia senang dengan hal-hal yang familiar bagi dirinya. Kalau kita suka sama seseorang, semakin sering kita ngelihat dia atau ketemu sama dia, semakin tertarik juga kita dengan orang itu."  Sebuah studi yang dilakukan di sebuah asrama menunjukan, banyak mahasiswa yang jadian dengan mereka yang tinggalnya di lantai atau ruangan yang berdekatan. Jadi kalau kita PDKT sama satu cowok, pastikan kita sering-sering bertemu dengan dia. Tapi tetap,lho, jangan keseringan, nanti kesannya kita malah jadi  stalker.


 
Aktivitas menegangkan

Menurut Prof Fanelli kalau kita ingin membuat cowok tertarik ajak deh dia melakukan hal-hal yang menengangkan. Misalnya naik roller coaster. " Walau terdengar sederhana, tapi adrenaline bisa membangkitkan gairah seseorang." Tapi kalau kita enggak suka naik roller coaster bisa mencoba yang lain. Yang penting aktivitasnya meningkatkan level ketegangan dan adrenalin.

 

(muti, foto: tumblr)

 

author :

Redaksi Kawanku

Kawanku - Majalah Remaja Cewek

Komentar Kamu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×
Up

SIGN IN