Facts About Abusive Relationship

Published by : Marti Posted on : Rabu, 27 November 2013

Facts About Abusive Relationship

Masalah kekerasan dalam pacaran ini enggak bisa dibiarkan begitu saja, girls. Cari tahu, yuk, fakta-fakta seputar abusive relationship, agar kita semakin berhati-hati dalam berpacaran.


Long Time Consequences

Salah satu efek jangka panjang yang terlihat jelas adalah hilangnya rasa percaya diri. Menurut Do Something Organization, remaja yang mengalami kekerasan cenderung melarikan diri ke hal-hal negatif seperti alkohol dan drugs. Lebih menakutkannya lagi, 25% remaja yang mengalami kekerasan ini punya keinginan untuk bunuh diri, girls. Menyeramkan, ya?

 

Dari Usia 14 Tahun

Masih menurut Do Something Organization, korban abusive relationship paling muda masih berumur 14 tahun. Dikhawatirkan, usia ini akan terus berkurang, mengingat anak-anak juga sudah mulai coba-coba pacaran.


836 Kasus

Di Indonesia, kasus abusive relationship ini juga sudah berbahaya banget. Menurut data yang dikumpulkan oleh Rifka Annisa, sebuah LSM yang bergerak di bidang kesehatan reproduksi menemukan dari 4952 kasus kekerasan pada perempuan, 836 di antaranya adalah dating violence selama kurun 1994-2011. Ini karena kebanyakan remaja kita hanya diam aja, girls.

 

Hukum Yang Jelas

Padahal, sebenarnya sudah ada kekuatan hukum yang jelas, lho, mengenai abusive relationship ini. Di Indonesia bisa ditemukan di Deklarasi Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan Tahun 1994 Pasal 1, yaitu setiap tindakan berdasarkan perbedaan jenis kelamin yang berakibat atau mungkin berakibat kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual atau psikologis, termasuk ancaman tindakan tertentu, pemaksaan atau perampasan kemerdekaan secara sewenang-wenang, baik yang terjadi di depan umum atau dalam kehidupan pribadi. Jadi, enggak ada alasan untuk terus diam, girls.

 

Tahu Tapi Diam

Sikap diam ini enggak hanya untuk menutupi apa yang dialami langsung. Kebanyakan remaja juga diam aja ketika tahu ada temannya yang mengalami kekerasan ini. soalnya, biasanya kekerasan yang sering terjadi bersifat verbal, misalnya memanggil dengan kata-kata engatif, seperti bodoh, jelek, enggak guna, dan lain-lain. Menurut Do Something, 1 dari 4 remaja sebenarnya mengalami verbal abusive ini tapi seringnya enggak berbuat apa-apa.

 

Selain itu, masih banyak yang enggak bisa mengenali tanda-tanda abusive relationship ini, girls. Umumnya masih memberi alasan untuk membenarkan tindakan pacar yang enggak baik, seperti over controlling, memanggil dengan kata-kata kasar, memaksa, mengisolasi, dan lain-lain. dengan fakta ini, kita harus mulai berhenti memberi alasan dan berani bersikap tegas, girls.

 

Kurangnya Tanggapan Orang Dewasa

Yang membuat abuser ini semakin banyak, salah satunya karena kurangnya tanggapan dari orang dewasa. Kebanyakan orang dewasa menganggap masalah kekerasan ini hanya sekadar pertengkaran biasa. Karena itu, sebaiknya kita harus lebih peduli kepada tanda-tandanya dan menyimpan bukti sehingga bisa ditunjukkan kepada orang dewasa, seperti orangtua atau guru, ketika meminta pertolongan.

 

Cowok Juga Kena Abuse

Enggak hanya cewek yang menjadi korban. Malah, tanpa disadari, justru ceweklah yang menjadi abuser. Memang sih 95% cowok yang melakukan kekerasan, tapi bisa saja kita masuk ke dalam golongan 5% yang melakukan kekerasan ini, kan?

 

Sebaiknya, kita mulai memperhatikan tindakan kita, girls. Apakah selama ini kita terlalu mengontrol pacar, sangat cemburuan, suka marah-marah enggak jelas dan memanggil dengan kata-kata kasar atau tanpa sengaja ucapan kita membuat pacar malu di depan umum? Karena biasanya tindakan kekerasan yang dilakukan cewek masih sebatas verbal abusive.

 

Kekerasan Emosional Nomor Satu

Di Indonesia, kekerasan yang paling banyak ditemukan yaitu kekerasan emosional, yaitu sebanyak 57%, termasuk di antaranya verbal abusive, seperti dilansir dari data yang ditemukan oleh PKBI Yogyakarta. Sedangkan 20% lainnya mengaku mengalami kekerasan seksual, 15% mengalami kekerasan fisik, dan ada 8% yang mengalami kekerasan ekonomi. Jadi, sudah saatnya untuk mengakhiri hubungan yang enggak sehat ini, girls.

 

(iif. foto: gurl.com)

 

author :

Marti

Komentar Kamu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×
Up

SIGN IN