Alasan Kenapa Sebaiknya Kita Enggak Pacaran Dengan Mantannya Teman

Published by : Marti Posted on : Minggu, 28 September 2014

Alasan Kenapa Sebaiknya Kita Enggak Pacaran Dengan Mantannya Teman

Ada unwritten rules di antara persahabatan sesama cewek kalau mantan salah satu teman terlarang untuk dipacari. Memang, sih, ketika sudah putus, cowok itu bebas didekati oleh siapa saja, termasuk kita. Tapi tetap ada hal-hal tidak tertulis yang menyebutkan kenapa sebaiknya kita enggak pacaran dengan mantannya teman.

 

(Baca juga: Hal-hal yang harus dilakukan ketika digebet kakaknya mantan)

 

Tenggang Perasaannya

Meski mereka sudah putus cukup lama, sebaiknya kita menenggang perasaannya. Inilah alasan utama kenapa sebaiknya kita enggak pacaran dengan mantannya teman. Jangan sampai, deh, kita kehilangan sahabat baik karena masalah cowok seperti ini.


Sahabat Di Atas Segalanya

Bagi kebanyakan cewek, ada unwritten rules yang menyebutkan bahwa persahabatan ada di atas segalanya. Kita mengenal sahabat lebih lama dibanding cowok ini. Jadi, sudah seharusnya jika kita memikirkan persahabatan. Bisa juga dengan membayangkan apa yang akan terjadi jika sahabat pacaran dengan mantan kita. Tentunya ada perasaan enggak nyaman, kan?

 

Dibanding-Bandingkan

Bisa saja ada kesempatan dia membanding-bandingkan kita dengan sahabat alias mantan pacarnya. Jika kita berpikir kalau dia lebih baik dan lebih bahagia ketimbang waktu masih pacaran sama sahabat, pemikiran ini tentunya enggak baik. Kita juga akan terus-terusan khawatir apakah dia masih memikirkan mantannya, alias sahabat kita, waktu sedang bareng kita?


Menumbuhkan Kecurigaan

Sahabat bisa saja curiga kalau kita sudah ngegebet cowok ini semenjak mereka masih pacaran. Atau jangan-jangan kita sengaja menunggu mereka putus. Kecurigaan ini bisa menimbulkan kerenggangan antara kita dan sahabat, meski kenyataannya tidak seperti itu.

 

(Baca juga: 6 Tanda Pacar Belum Melupakan Mantan)


Perasaan Enggak Enak

Sebelum jadian, tentunya kita sempat ngomong kepada sahabat dan meminta izinnya. Besar kemungkinan dia akan bilang iya dan mengizinkan. Tapi, bukan berarti izin itu seratus persen datang dari hatinya. Bisa saja dia merasa wajib bilang iya meski sebenarnya agak keberatan.

 

Alasan Mereka Putus

Tentu ada alasan dibalik putusnya mereka. kita tentu berpikir kalau alasan itu tidak akan terjadi lagi di hubungan kita sekarang. Tapi, bisa saja itu hanya alasan yang kita kemukakan untuk menutupi ketakutan kita kalau alasan yang sama bisa terulang. Kalau terus begini, kita tidak bisa menjalani hubungan ini dengan tenang.

 

(Baca juga: Cara membangun rasa saling percaya dalam pacaran)

 

(iif. foto: ohthatssotrue.com)

 

author :

Marti

Komentar Kamu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×
Up

SIGN IN