2 Tipe Perilaku Manusia Setelah Putus Cinta

Published by : Astri Soeparyono Posted on : Selasa, 3 Juni 2014

2 Tipe Perilaku Manusia Setelah Putus Cinta

Banyak cara dilakukan orang di kala putus cinta. Wendy Walsh, Relationship Expert serta penulis buku The 30 Day Love, menyebut, cara putus cinta dan bagaimana orang itu mengahadapinya adalah cermin gaya percintaan mereka. Ini dia dua tipe perilaku manusia setelah putus conta demi mengatasi rasa sakit hati.

 

Emotional avoidant

Mereka yang memiliki tipe seperti ini biasanya lebih suka mengubur perasaan mereka daripada "mengolah" perasaan sakit hatinya setelah putus. Dari perspektif orang luar, orang yang memiliki tipe ini dianggap lebih cepat sembuh dari luka hati.

 

Emosi mereka saat putus cinta diluapkan dengan memilih tidak lagi berhubungan dengan si mantan. Bahkan, kadang ada juga orang yang putus silaturahmi, tidak ingin kenal sama sekali, dan tak bertegur sapa ketika kebetulan bertemu di jalan. Intinya, mereka memang bisa move on dengan cepat dan tidak mau lagi ingat-ingat masa lalu.

 

Anxious style

Anxious style adalah tipe orang yang penuh dengan kecemasan. Meskipun sudah putus lama, tetapi si cemas ini masih terus galau dan tak bisa move on dengan cepat. Parahnya, orang model ini tidak bisa begitu saja melepaskan si mantan begitu saja. Bahasa kerennya, masih sering stalking di media sosial.

 

"Mereka masih ingin terlibat dalam kehidupan sang mantan dan mungkin saja berusaha untuk mendapatkannya kembali. Contohnya, lirik-lirik lagu patah hati Taylor Swift," ujarnya.

 

Saran untuk yang putus cinta

Supaya masalah hati tidak menjadi momok, Walsh menyarankan untuk bersikap lebih dewasa saat memilih memutuskan hubungan. Berani jatuh cinta, berani putus cinta, dan berani bertanggung jawab dengan segala konsekuensi yang mungkin ditimbulkan. Salah satunya adalah sakit hati.

 

"Ketika akan putus, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan, yaitu, berusahalah untuk bertanggung jawan atas perilaku kita sendiri, belajar dari kesalahan dan dia. Selain itu , apapun alasan perpisahan kita, sebaiknya jangan menjadi stalker. Mengeceknya di media sosial akan membuat kita jadi susah move on," sarannya. (sumber: Kompas.com)

 

(m.habib/intisari, foto: csmonitor.com

 

author :

Astri Soeparyono

Managing Editor untuk kawankumagz.com. Selama bekerja di kaWanku pernah wawancara langsung sama Justin Bieber, Greyson Chance, David Archuleta, Jessie J, Maroon 5, dan masih banyak lagi. Tapi, belum pernah ketemu langsung 30 Seconds to Mars.

Komentar Kamu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×
Up

SIGN IN