Yuk, Ngomong Lebih Jelas!

Published by : Redaksi Kawanku Posted on : Jumat, 22 Maret 2013

Yuk, Ngomong Lebih Jelas!

Tanpa disadari, kita sering mengucapkan kalimat enggak bermakna, seperti 'yaaa, gitu, deh!' , 'pokoknya suka aja' , 'enggak tahu juga ya', 'aku itu kan begitu' Haduuuh, bikin bingung yang mendengar, kan?

 

Sebenarnya masalah dengan komunikasi seperti ini terjadi karena pengalaman masa kecil kita. Dalam budaya kita, waktu kecil saat kita senang teriak-teriak dan asyik dengan imajinasi kita sendiri, orangtua sering melarang kita atau menyuruh kita diam. Jadi ini menimbulkan trauma pada diri kita, sehingga kita enggak berani mengungkapkan apa yang kita rasakan dengan baik.

 

Pertama-tama yang harus dihapuskan adalah mental blok seperti ketakutan atau enggak pede itu. Enggak perlu takut salah dan takut diketawain kalau kita punya pendapat atau ingin ngomong.

 

Not a mind reader

Satu hal yang pasti, orang enggak bisa membaca pikiran kita. Kita perlu menjelaskan lebih detil tentang apa yang ada dalam pikiran kita. Dengan kalimat pendek-pendek dan tidak jelas, orang juga bisa salah sangka mengartikan kalimat kita dan buntutnya bisa jadi berantem. Rugi, kan, berantem hanya karena masalah sepele?

 

Bisa menjelaskan dengan baik juga salah satu keahlihan penting untuk jadi orang dewasa. Ini penting banget saat ngobrol dengan guru, orangtua atau orang lain. Misalnya kita mau meminjam mobil Papa. Kalau ditanya kenapa butuh mobil dan kita hanya menjawab 'Ya, pokoknya butuh aja!' Dijamin enggak dapat ijin, deh. Jelaskan dengan baik alasannya. Bisa diawali  kalimat 'Karena.... sehingga....'

 

Listen to other

Suka heran kenapa teman minta kita menjelaskan berkali-kali? Atau sebel guru dan ortu enggak nyambung dengan omongan kita? Bisa jadi karena kita berbicara terlalu cepat setiap kalimat enggak terdengar dengan baik. Bisa juga karena cara kita ngomong selalu terpotong potong dan enggak berurutan sehingga orang bingung.

 

Saat bicara kita perlu menghidupkan kalimat yang kita ucapkan. Ini bisa dari intonasi dan artikulasi yang jelas. Beda, deh, kalau orang berbicara dengan intonasi yang datar dengan orang dengan intonasi dan artikulasi yang jelas. Yang dengerin juga lebih cepat nyambung.

 

Struktur komunikasi

Dalam ilmu komunikasi, berbicara itu perlu struktur komunikasi yang baik. Enggak berbelit-belit dan berputar-putar atau enggak asal ngomong. Cara sederhananya, kita bisa membuat outline dalam berbicara, seperti kita menyiapkan pidato. Misalnya dalam otak kita pikirkan dulu apa yang mau kita bicarakan, gimana kalimat pembuka, apa isi yang mau kita omongin dan penutupnya. Ini memang seperti bikin pidato serius, tapi kita bisa gunakan juga dalam kehidupan sehari-hari, lho.

 

Misalnya kita mau cerita teman yang sakit. Kalimat seperti 'Itu lho Lisa, Melinda jajan, terus sakit perut. Enggak masuk!' akan bikin bingung. Siapa yang sakit? Lisa? Melinda? Atau keduanya?  Orang lebih mengerti, bila kita bilang, 'Kemarin Lisa dan Melinda jajan gorengan, akibatnya Lisa jadi sakit perut dan enggak masuk hari ini.'

 

Dengan susunan kalimat dan cara penyampaian yang lebih baik, komunikasi dijamin akan lebih efektoif Coba, yuk!

 

(muti, foto:kootation.com)

 

author :

Redaksi Kawanku

Kawanku - Majalah Remaja Cewek

Komentar Kamu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×
Up

SIGN IN