Tidur dengan Lampu Menyala Bisa Bikin Gemuk?

Published by : Redaksi Kawanku Posted on : Jumat, 6 Juni 2014

Tidur dengan Lampu Menyala Bisa Bikin Gemuk?

Biasa tidur dengan lampu dimatikan atau dinyalakan? Kalau lagi mau menurunkan berat badan, cobalah untuk tidur dengan lampu mati. Soalnya, tidur dengan lampu menyala bisa memicu obesitas, demikian menurut penelitian baru dari The Institute of Cancer Research, London.

 

Karena terpapar cahaya di malam hari

Para peneliti mendapati bahwa indeks massa tubuh, rasio pinggang-pinggul, rasio pinggang-tinggi badan, dan lingkar pinggang, cenderung meningkat ketika tubuh terpapar cahaya terang pada malam hari. Pengaruh tersebut masih terasa, meskipun sudah dilakukan penyesuaian seperti berolahraga, mengasuh anak kecil, dan mengatur waktu tidur.

 

Obesitas dan kanker payudara

Hasil studi ini diperoleh dari analisa data dari Breakthrough Generations Study yang digelar oleh Breakthrough Breast Cancer. Studi melibatkan lebih dari 113.000 cewek di seluruh Inggris, selama 40 tahun. Tujuan penelitiannya sendiri awalnya untuk mencari akar masalah penyakit kanker payudara.

 

Obesitas memang diketahui sebagai salah satu faktor risiko kanker payudara. Dengan mengidentifikasi penyebab yang mendasar, akan diketahui bagaimana cara perempuan mengelola risiko itu di masa depan.

 

"Metabolisme dipengaruhi oleh ritme siklus di dalam tubuh yang berkaitan dengan tidur, bangun, dan paparan cahaya," ungkap Professor Anthony Swerdlow, Professor bidang Epidemiology di The Institute of Cancer Research, London.

 

Terus diteliti

Menurutnya, peneliti melihat hubungan antara paparan cahaya pada malam hari dan obesitas. Mereka belum dapat menemukan alasan dari hubungan itu, namun kontribusi dari responden perempuan yang jumlahnya lebih dari 100.000 tentu enggak bisa diabaikan. Maka, penelitian lebih lanjut harus dilakukan.

 

"Terlalu dini mengatakan bahwa tidur dalam gelap bisa membantu mencegah obesitas, yang menjadi faktor risiko untuk kanker payudara, tapi kaitan itu jelas sangat menarik," tegas Dr Matthew Lam, Senior Research Officer di Breakthrough Breast Cancer. Hasil penelitian ini diterbitkan di American Journal of Epidemiology .

 

(dini/tabloidnoca.com, foto: seventeen.com)

 

 

author :

Redaksi Kawanku

Kawanku - Majalah Remaja Cewek

Komentar Kamu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×
Up

SIGN IN