Penyebab Sering Kentut

Published by : Redaksi Kawanku Posted on : Rabu, 11 Juni 2014

Penyebab Sering Kentut

Did you know, setiap orang kentut sebanyak 13-21 kali per hari, termasuk bersendawa. Kebanyakan kentut tidak berbau, tapi semua orang pasti pernah mengalami kentut yang bau. Apa aja sih penyebab kita sering kentut?

 

Bau itu biasanya disebabkan oleh belerang di sistem tubuh dan -yang terpenting- itu bukan tanda bahwa kita sedang mengidap penyakit tertentu. Tapi kalau bau itu disertai dengan gejala lain, seperti sakit perut, cobalah konsultasikan ke dokter. Bisa jadi perut mengalami infeksi atau tidak mampu mencerna laktosa dalam produk susu. Atau, kita memiliki penyakit celiac (masalah mencerna gluten) yang sering ditemukan dalam gandum dan biji-bijian lainnya.

 

Tetapi, apa sih pemicu kentut yang paling umum, dan bagaimana mengatasinya? 
 
Makan Permen Karet 
Setiap kali menelan udara, makan atau minum terlalu cepat, minum minuman bersoda, merokok, dan mengunyah permen karet, kita bisa buang angin lebih sering. Tapi, penyebab yang paling utama adalah pemecahan makanan dalam usus yang secara medis disebut sebagai perut kembung.
 

Perjalanan Udara 
Perubahan tekanan udara dapat memengaruhi telinga. Untuk membantu menjaga agar kita enggak sering kentut saat berada di udara, perhatikan apa yang kita makan sebelum dan selama penerbangan.

 

Jangan makan makanan yang mengandung banyak gas, seperti kacang, ubi, atau minum susu. Selain makanan, perhatikan apa yang kita kenakan. Pakailah pakaian yang dilapisi dengan karbon untuk membantu menyaring bau kentut.


Bertambahnya usia 

Semakin tua maka sistem pencernaan menjadi lebih lambat. Kita mungkin juga mengalami sembelit yang membuat gas di dalam perut meningkat. Obat pencahar dapat membantu mengatasi sembelit dan mengurangi gas dalam tubuh.


Karbohidrat 
Setiap orang berbeda, dan makanan yang menyebabkan gas pada tiap orang juga berbeda. Tapi secara umum, makanan yang tinggi karbohidrat lah yang menyebabkan lebih banyak gas.
 
Makanan tinggi lemak tinggal di perut lebih lama. Dengan mengurangi porsi karbohidrat pada makanan, kita dapat membantu mengurangi kembung. Untuk membantu perut kosong lebih cepat dan membuat gas lebih cepat hilang, konsumsilah makanan yang mengandung lemak.
 
Secara umum, protein tidak memberikan kontribusi gas. Tetapi jika kita memiliki masalah mencerna laktosa (gula dalam susu), produk susu akan menghasilkan gas.

 

(ester/tabloidnova.com, foto: danoah.com)

 

 

author :

Redaksi Kawanku

Kawanku - Majalah Remaja Cewek

Komentar Kamu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×
Up

SIGN IN