Penyakit Dari Jananan

Published by : Redaksi Kawanku Posted on : Sabtu, 11 Mei 2013

Penyakit Dari Jananan

Dari penelitian Kementrian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, hanya 18% pelajar Indonesia memiliki kebiasaan membawa bekal. Enam puluh persen lainnya terbiasa jajan. Padahal banyak penyakit yang mengancam saat kita memilih jajan.

 

Soda

Soda dalam satu kaleng softdrink mengandung 39 gram gula. Sementara satu sendok teh gula itu ada 4 gram. Jadi saat menenggak soft drink, bayangin kita minum minuman yang mengandung 9,5 sendok teh gula.

 

Mie instan

Kalori yang terkandung di satu bungkus mie instan adalah 330 kalori. Lebih banyak dibanding satu piring nasi yaitu 242 kalori.

 

Dari uang

Dalam uang kertas banyak terdapat kuman Staphylococcus aureus dan Bacillus cereus. Sebenarnya kuman ini biasa berada di hidung dan tenggorokan manusia. Tapi bila masuk ke dalam makanan bisa mengakibatkan keracunan makanan.

 

Lalat

Lalat terbiasa hinggap di kotoran, seperti sampah dan kotoran manusia. Bermacam-macam kuman penyebab penyakit menempel di kaki lalat dan rambut-rambut halus di badannya. Di antara penyakit yang bisa disebarkan lalat lewat makanan adalah disentri, kholera, typhoid, diare dan gatal-gatal pada kulit.

 

Zat berbahaya

Menurut Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) saat ini masih ada 35% dari seluruh jajanan pangan di Indonesia yang mengandung zat berbahaya. Zat tersebut di antaranya formalin, boraks, serta zat pewarna beracun.

 

Zat formalin dan boraks biasa terdapat di bakso, mie tusuk goreng dan mie goreng. Zat ini bisa mengakibatkan gangguan pencernaan, seperti gejala pusing dan muntah. Dampak jangka panjangnya bisa menyebabkan gangguan ginjal dan kanker.

 

Berdasarkan penelitian BPOM tahun 2012, 60% jajanan di Banda Aceh mengandung formalin. Bahan pengawet tersebut biasa ada di bakso, mie tusuk goreng, mie goreng. Sementara di Kalimantan Timur terdapat 47,5% jajanan yang mengandung formalin.

 

Menurut dr. H. Tb. Rachmat Sentika, SpA, MARS, salah satu Staf Ahli Kementrian Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat, dari penelitian telah ditemukan bakteri Salmonella Paratyphi A sekitar 25%-50% di minuman yang dijual. Bakteri ini bisa menyebabkan tifus.

 

(trinzi, foto, guardian.co.uk)

 

author :

Redaksi Kawanku

Kawanku - Majalah Remaja Cewek

Komentar Kamu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×
Up

SIGN IN