Mitos Salah Soal Bunuh Diri Yang Harus Kita Pahami

Published by : Marti Posted on : Kamis, 17 Juli 2014

Mitos Salah Soal Bunuh Diri Yang Harus Kita Pahami

Girls, ada beberapa mitos salah soal bunuh diri yang harus kita pahami. Seberat apapun masalah kita dan saat semua orang enggak mengerti diri kita, bunuh diri bukan jalan keluar terbaik. Kasus bunuh diri menurut sumber meningkat pesat diiringi perilaku bully pada remaja. Supaya kita bisa tetap positif dan mencegah hal ini terjadi sama orang terdekat kita, baca yuk mitos salah soal bunuh diri yang harus kita pahami.

 

Mencari Perhatian

Kalau menurut kita orang yang melakukan bunuh diri hanya untuk mencari perhatian, salah besar girls. Bunuh diri punya alasan yang lebih dalam. Kalau sahabat kita ngomongin sesuatu yang menjurus perilaku ini, dia punya alasan khusus. Sahabat kita bukan mencari perhatian, tapi butuh bantuan orang lain untuk menyelesaikan masalahnya.

 

Baca juga: Kenapa Remaja Rentan Depresi Dan Bunuh Diri

 

Bunuh Diri Bisa Dicegah

Kasus bunuh diri memang bisa dicegah, sayangnya data menunjukan hal lain. Enggak semua kasus bunuh diri berhasil dicegah saat seseorang melakukannya. Seseorang yang melakukan ini sebenarnya butuh bantuan dan seseorang untuk berbicara. Orang lain di sekitarnya terkadang enggak bisa mengerti apa yang dia rasakan.

 

Bila kita melihat orang terdekat atau diri kita sendiri susah move on, depresi dan rasa sedih yang terus berlanjut, cari bantuan segera. Kita butuh pertolongan yang lebih berpengalaman, dukungan orang sekitar dan semangat buat melewati apapun yang sulit. Lain kali kalau mendengar ada seseorang yang bikin lelucon soal dia mau bunuh diri, jangan anggap sepele. Bisa jadi hal ini serius dan orang itu menutupinya dengan lelucon.

 

Baca juga: Tips Move On Dan Menghadapi Rasa Sedih Dan Depresi

 

Bunuh Diri Jalan Keluar Masalah

Salah besar kalau kita berpikir bunuh diri satu-satunya jalan keluar dari masalah kita. Justru dengan melakukan ini kita akan membuat masalah baru dan bikin orang terdekat kita sedih. Coba bayangkan perasaan kedua orangtua, sahabat atau pacar kita yang bisa jadi kesulitan move on menerima kenyataan kehilangan seseorang yang mereka sayangi.

 

Malu Konsultasi Dengan Pakar Medis

Setiap kita punya masalah serius, artinya kita butuh pertolongan lain. Kunjungi psikolog supaya kita bisa memahami apa yang terjadi pada diri kita dan mencari tahu solusinya. Jangan merasa malu buat menceritakan apa yang kita rasakan selama ini. Bahkan rahasia terdalam yang kita simpan dari orang lain.

 

Baca juga: Tips Menghadapi Rasa Kecewa Berlebih

 

Hanya Terjadi Sama Orang Depresi

Kasus bunuh diri enggak hanya terjadi sama orang yang depresi. Data menunjukan 90% pelaku bunuh diri disebabkan masalah kesehatan mental dan kekerasan seperti abuse atau bully. Depresi memang faktor paling kuat, tapi tekanan lingkungan bisa mempengaruhi seseorang buat melakukannya. Bahkan hasil riset juga membuktikan kasus bunuh diri paling tinggi dilakukan remaja berusia 15 sampai 24 tahun di Amerika Serikat.

 

Ciri-Ciri

Mitos yang beredar di masyarakat, bunuh diri enggak ada tanda khusus. Padahal, kita bisa mengetahui cici-ciri atau tanda seseorang yang dekat dengan kita pengin melakukan tindakan ini. Biasanya mereka sering menarik diri, murung, setiap kali memberi komentar seakan-akan enggak punya semangat hidup, mood mereka juga berubah dan seakan menutupi sesuatu. Supaya bisa kita cegah, dekati dan berikan semangat supaya dia merasa dihargai dan berarti. Usahakan terus mendampinginya, kalau perlu beritahu orangtua dan guru kita.

 

(stefanie, foto: tumblr.com)

 

author :

Marti

Komentar Kamu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×
Up

SIGN IN