Menghadapi Sahabat Yang Marah Saat Pindah

Published by : Marti Posted on : Jumat, 9 Mei 2014

Menghadapi Sahabat Yang Marah Saat Pindah

Saat kita memberitahu ke sahabat kalau harus pindah sekolah, kadang mereka enggak selalu menerima kenyataan. Pilihan pindah sekolah atau rumah baru bukan sepenuhnya merupakan keinginan kita, tapi orangtua kita. Yang membuat kecewa adalah dia enggak mau mengerti malah menjauhi kita. Apa yang harus kita lakukan?


Diamkan

Setelah memberitahu sahabat kalau kita harus pindah, dia pasti sedih dan kecewa. Saat dia terlihat seperti itu dan menunjukannya dengan emosi, diamkan. Berikan dia waktu untuk berpikir dan menenangkan diri. Tunjukan rasa simpati dan kepedulian kita terhadap dia dengan tetap bersikap baik. Jelaskan kalau kita merasa sedih dan kecewa sama seperti dirinya.

 

Ajak Curhat

Sebelum pindah, cari waktu yang benar-benar nyaman untuk bicara berdua. Kalau dia terus menolak dan menjauhi, minta bantuan orangtuanya. Jelaskan permasalahan dan keinginan kita untuk membuatnya lebih nyaman. Mereka pasti akan membantu kita menyelesaikan masalah dan bikin dia enggak merasa kehilangan. Saat curhat, jelaskan secara detail apa yang kita rasakan mengenai hal ini. Bilang kalau keputusan ini bukan karena kita, tapi orangtua kita yang memaksanya.

 

Yakin Kalau Bisa LDR

Sama seperti pacaran, bersahabat juga bisa ldr atau long distance relationship. Saat kita harus berpisah dengannya, yakinkan kita tetap bisa berteman dengan baik. Selalu keep in touch, rajin ngobrol via chat dan kalau bisa ajak hangout saat libur. Pasti hubungan dan rasa takut dia kehilangan kita makin terobati.

 

Farewell Party

Kalau memang kita akan tinggal jauh dari sahabat, enggak ada salahnya bikin farewell party. Malam perpisahan bisa kita lakukan dengan sahabat untuk mengenang setiap memori. Kita bisa mengundang sahabat lain untuk menginap dan tukar hadiah untuk kenang-kenangan. Enggak perlu mahal, kita bisa membuat prakarya seperti scrapbook atau notes supaya dia selalu mengingat kita kapanpun.

 

 

(stefanie, foto: ulifeline.org)

 

author :

Marti

Komentar Kamu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×
Up

SIGN IN