Menghadapi Ibu Ambisius

Published by : Redaksi Kawanku Posted on : Selasa, 11 Juni 2013

Menghadapi Ibu Ambisius

"Susah deh ngomong sama ibu!" Begitu pikir kita. Harus ini harus itu. Semua kehendaknya, kayaknya selalu harus kita ikuti. Bikin keki! Huh!

 

Coba memahami

Coba pahami maunya ibu kita. Misalnya, saat dia menyuruh kita mengikuti les bahasa, jangan langsung menolak mentah-mentah. Coba pikir-pikir apa manfaat dari les bahasa itu buat kita. Atau bisa saja alasan ibu terus memaksa kita, karena sebenarnya kita benar-benar bisa dan mampu. Dan yang perlu diingat adalah, ibu selalu pengin yang terbaik buat kita.

 

Langsung bertanya

Kalau kita enggak tahu apa alasan ibu menyuruh kita untuk melakukan hal yang enggak kita suka, kita berhak untuk bertanya langsung, apa manfaatnya buat kita. Kalau kita tetap enggak ngerti, teruslah bertanya.

 

Bersikap tenang

Ibu menyuruh kita melakukan ini dan itu. Ketika kita mengemukakan alasannya, ibu malah naik pitam. Coba terus bersikap tenang, pikirkan dalam hati kalau ribut sama ibu enggak bakal menyelesaikan masalah. Diam dan iyakan saja dulu. Nanti kalau ibu sudah lebih tenang, baru kita ajak ngobrol lagi.

 

Menulis surat

Ibu benar-benar pengin kita melakukan sesuatu, dan kita benar-benar enggak pengin melakukannya. Pokoknya mau ngomong apapun, ibu tampak menutup telinga. Kalau begitu, mungkin saja cara ngomong kita enggak baik ke ibu. Sehingga maksud dan tujuan kita enggak sampai ke dia. Coba menulis surat. Di tulisan itu, ungkapkan kalau alasan dan pikiran kita dengan sejelas-jelasnya.


Orang ketiga

Minta bantuan anggota keluarga lain. Kalau bisa yang memiliki posisi lebih tinggi, atau sejajar sama ibu. Cari orang yang ibu hormati. Misalnya kakek atau paman dan bibi kita. Ceritakan permasalahan kita kepada mereka. Biarkan mereka jadi orang ketiga yang menengahi kita dan ibu.

 

(dea, foto: imdb.com)

 

author :

Redaksi Kawanku

Kawanku - Majalah Remaja Cewek

Komentar Kamu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×
Up

SIGN IN