Ketika Harus Tinggal Hanya Dengan Orangtua Tunggal (Bagian 1)

Published by : Astri Soeparyono Posted on : Rabu, 17 Desember 2014

Ketika Harus Tinggal Hanya Dengan Orangtua Tunggal (Bagian 1)

Perubahan keadaan keluarga yang membuat kita terpaksa tinggal hanya dengan salah satu orangtua membuat kita harus beradaptasi dengan kehidupan yang baru. Dan, hal ini enggak mudah untuk dijalani. Harus gimana yah, ketika harus tinggal hanya dengan orangtua tunggal?

 

(Baca juga: Tps menghadapi orangtua yang bercerai)

 

Takut, khawatir, dan kaget

Ada banyak perasaan yang muncul ketika kita harus tinggal dengan orangtua tunggal, entah itu karena salah satu dari kedua orangtua meninggal atau bercerai. Tentunya kita kaget dengan perubahan-perubahan ini. Kita tiba-tiba saja harus menerima keputusan ini tanpa ada bayangan sebelumnya. Dalam posisi ini, seringkali kita merasa tidak aman, takut, khawatir, dan kaget.

 

Menurut Rini Hildayani, S.Psi, M.Si, psikolog sekaligus dosen di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, ada lima tahapan yang biasanya dilalui ketika mengalami situasi ini. "Yang pertama, akan muncul perasaan tidak terima dan penyangkalan terhadap kenyataan yang dihadapi sekarang. Setelah itu, kita mulai sadar bahwa kita tidak bisa selamanya menyangkal hal tersebut. Akibatnya, akan muncul kemarahan, seperti bertanya-tanya 'kenapa aku yang mengalami hal ini?'" jelas Rini.

 

Selanjutnya, menurut Rini, kita mulai berkompromi dengan kenyataan dan mulai melihat sisi positif dari realita yang dihadapi saat ini. "Setelahnya, kita bisa menjadi depresi, seperti selalu menangis dan bersedih sepanjang waktu. Tapi hal ini normal, kok, karena itu berarti kita bisa mencapai tahap selanjutnya, yaitu sudah mulai bisa menerima kenyataan," lanjut Rini.

 

(Baca juga: Ini dia nasihat-nasihat orangtua yang berguna banget buat kita)

 

Tergantung Kita

Berapa lama, sih, seseorang bisa melewati kelima proses tersebut? Jawabannya tergantung kepada diri kita, girls. Meski tahapan yang dilalui hampir sama bagi setiap orang, waktu yang dibutuhkan berbeda-beda. Selain itu, kedekatan dengan orangtua sebelum harus tinggal dengan salah satunya saja juga mempengaruhi proses ini.

 

"Anak yang tangguh biasanya lebih cepat dalam melewati proses ini. Namun sebaiknya dibantu oleh dukungan sosial dari orang-orang terdekat sehingga bisa membantu dalam proses adaptasi," jelas Rini. Orang-orang terdekat yang bisa membantu misalnya kakek, nenek, om, tante, teman-teman, dan juga guru di sekolah.

 

(Baca juga: Ketika Harus Tinggal Hanya Dengan Orangtua Tunggal Bagian 2)

 

(iif, foto: tumblr.com)

 

author :

Astri Soeparyono

Managing Editor untuk kawankumagz.com. Selama bekerja di kaWanku pernah wawancara langsung sama Justin Bieber, Greyson Chance, David Archuleta, Jessie J, Maroon 5, dan masih banyak lagi. Tapi, belum pernah ketemu langsung 30 Seconds to Mars.

Komentar Kamu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×
Up

SIGN IN