Kenali Bahaya Fomo Phobia

Published by : Redaksi Kawanku Posted on : Kamis, 21 November 2013

Kenali Bahaya Fomo Phobia

Saking asyiknya berinteraksi di media sosial, kita sampai mengeceknya satu menit sekali. Gadget jadi bagian tak terlepaskan dari kita sejak bangun tidur sampai tidur lagi. Oh, no!

 

Enggak tenang sebelum mengetahui apa yang terjadi dan teman-teman bicarakan di media sosial, bahkan kita sampai mengeceknya setiap menit? Terus-terusan memantau handphone buat menunggu notification dan meng-update semua kegiatan kita ke berbagai media sosial?

 

Hmmm, kayaknya kita mengalami Fear of Missing Out atau yang lebih dikenal dengan sebutan FOMO. Salah satu bentuk fobia ini merupakan ketakutan berlebihan akan ketinggalan informasi dan hal-hal yang terjadi di dunia maya.

 

Seorang penderita FOMO sendiri biasa mengecek media sosial mereka setiap 30 detik sampai lima menit sekali dalam sehari. Penelitian dari Melbourne's Victoria University menunjukkan, masalah ini kebanyakan dialami sama cewek dan cowok berumur 16 sampai 35 tahun.

 

Sebelum munculnya teknologi media sosial, orang-orang sulit mendapatkan informasi tentang kegiatan yang dilakukan orang lain. Nah, karena sekarang hal itu mudah didapat dari media sosial, orang-orang justru enggak bisa lepas dan takut ketinggalan dengan apa yang terjadi di dunia maya.

 

Depresi

Beberapa di antara kita kadang merasa iri waktu melihat foto-foto Instagram teman kita yang lagi melakukan kegiatan menyenangkan, sementara kita hanya diam di rumah sambil mengecek media sosial. Hal itu dialami juga sama penderita FOMO, girls. Selagi mengecek media sosial, penderita FOMO biasanya memiliki ketakutan bakal menyesal sebelum melihat berbagai pos dari teman-temannya. Menurut penelitian dari Duke University-Amrik, kita yang menderita FOMO merasakan hal itu karena enggak mau melihat kehidupan orang lain yang lebih baik dari kita. Kita bakal merasa ragu sama diri sendiri dan merasa hidup kita enggak seasyik orang lain.

 

Lebih parahnya lagi, kita merasa enggak diinginkan dan depresi. Kita jadi takut untuk memutuskan segala tindakan yang bakal kita lakukan ke depannya. Perasaan kayak tadi muncul, karena pikiran kita didominasi oleh kehidupan orang lain. Kita jadi enggak bisa memanfaatkan waktu kita sendiri dengan maksimal.

 

Kehilangan waktu

Masalah memanfaatkan waktu memang jadi hal yang enggak bisa diatasi oleh penderita FOMO. Ketakutan kalau kita melewatkan hal-hal yang terjadi di dunia maya membuat kita kehilangan fokus buat menjalani hal lain dalam kehidupan nyata. Kita jadi berusaha menggabungkan kegiatan kiat dengan pengecekan media sosial dalam satu waktu, girls. Menurut sebuah penelitian dari University of Essex Inggris, sebagian siswa yang menderita FOMO mempunyai masalah dalam menyetir. Rata-rata mereka menyetir sambil mengecek Facebook dan email. Duh, bahaya banget!

 

Jauhi perlahan

Kalau kita bisa mengontrol diri untuk enggak mengecek media sosial sebentar saja, waktu kita bisa jadi lebih berkualitas, lho. Waktu sepuluh menit saja bisa kita pakai buat melakukan hobi kesukaan kita, seperti bersepeda atau baca novel. Dengan menyisihkan waktu sedikit demi sedikit untuk melakukan kegiatan lain, kita bisa melupakan rasa iri gara-gara melihat kegiatan-kegiatan teman kita di media sosial.

 

Biar bisa merasakan hal tadi, kita memang enggak bisa melakukan cara instan. Kita perlu menangani fobia ini dengan cara perlahan. Pertama, kita harus sadar kehadiran kita di media sosial berbeda dari kehidupan nyata. Biarpun kita 'hilang' di media sosial dalam waktu beberapa jam, kita masih bisa berinteraksi dengan orang-orang yang ada di sekitar kita, kok. Media sosial, kan, cuma perantara saat kita enggak bisa berkomunikasi sama teman-teman ketika berjauhan.

 

Selain menyadari fungsi dari media sosial yang sebenarnya, kita juga perlu membuka pikiran kita buat berpikiran positif. Kehidupan teman-teman kita di media sosial memang terlihat menyenangkan. Tapi belum tentu kenyataannya selalu seperti yang terlihat. Begitu juga dengan kehidupan kita sendiri. Meskipun kita tidak menghabiskan waktu untuk sering-sering liburan, ternyata quality time kita bareng keluarga di rumah bisa jadi hal yang berharga banget.

 

Klik di sini buat tahu lebih banyak fakta soal FOMO phobia. Atau klik di sini untuk tahu bagaimana cara menghindari FOMO phobia.

 

(lana, foto: fanpop.com)

 

author :

Redaksi Kawanku

Kawanku - Majalah Remaja Cewek

Komentar Kamu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×
Up

SIGN IN