Ini Alasan Ilmiah Kenapa Kita Susah Tidur Kalau Ada Di Tempat Baru

Published by : Aisha Ria Ginanti Posted on : Sabtu, 23 April 2016

sumber: thesleepgeek.co.uk

Umumnya banyak di antara kita yang suka merasa susah tidur kalau tidur di tempat atau kamar yang baru alias asing ya. Apalagi kalau tidurnya sendirian.  Ternyata ada hal itu ada alasa ilmiahnya yang ditemukan berdasarkan penelitian, lho. Ini alasan ilmiah kenapa kita susah tidur kalau ada di tempat baru.

 

Baca juga:10 Cara Tidur Lebih Teratur

 

Otak kiri lebih aktif pada malam hari

Untuk mendapatkan alasan ilmiah, peneliti melakukan tiga percobaan pada responden berusia 35 tahun dengan kondisi sehat. Peneliti mengukur aktivitas otak selama dua malam berturut-turut ketika para responden memutuskan untuk tidur malam di kamar asing.

Secara konsisten, peneliti menemukan bahwa bagian dari sisi kiri otak menjadi lebih aktif ketimbang sisi kanan pada malam pertama, khususnya selama fase tidur nyenyak.

"Ketika kamu tidur di tempat baru untuk pertama kalinya, salah satu sisi otak tampaknya tetap terjaga sebagai insting waspada, sehingga Anda bisa terbangun lebih cepat, bahkan berkali-kali bangun saat malam," kata peneliti senior Yuka Sasaki dari Brown University.

"Tapi kalau kamu tidur selama beberapa malam di tempat yang sama, tidur kamu akan menjadi lebih lelap di malam berikutnya."

 

Baca juga: Cara Bangun Tidur Yang Benar di Pagi Hari

 

Otak jadi lebih terjaga

Untuk melihat bagaimana berada di tempat asing berdampak pada pola tidur yang aneh, Sasaki dan rekan peneliti melakukan serangkaian tes laboratorium.

Ketika mereka merangsang otak kiri peserta dengan membunyikan sebuah benda di telinga kanan selama waktu tidur di malam pertama, peserta menjadi lebih cepat bangun dalam kondisi sedikit kaget.

Namun, saat peneliti membuat suara yang dimainkan di telinga kiri untuk merangsang belahan kanan, peserta tidak terbangun secepat sebelumnya. Dan hal ini berlangsung pada semua peserta di malam pertama mereka di tempat asing.

Pada malam kedua, tidak ada perbedaan dalam reaksi tes antara belahan kiri dan kanan para peserta. Peserta menjadi lebih lelap dan tak mudah terbangun di malam berikutnya.

Enggak hanya manusia, beberapa burung telah ditemukan tidur dengan satu mata terbuka dan salah satu sisi otak terjaga ketika mereka sedang berada di lokasi baru yang dianggap asing atau berbahaya, dan beberapa mamalia laut memiliki kemampuan yang sama, para penulis menambahkan.

 

Sumber: Foxnews via kompas.com

 

Baca juga: 5 Hal Yang Harus Kita Pikirkan Sebelum Tidur

author :

Aisha Ria Ginanti

Reporter di KaWanku sejak tahun 2012.

Komentar Kamu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×
Up

SIGN IN