How To Deal Toxic Friends

Published by : Redaksi Kawanku Posted on : Sabtu, 6 April 2013

How To Deal Toxic Friends

Teman hadir dalam berbagai karakter yang...mmm...enggak semuanya menyenangkan. Kalau memang kadarnya sudah enggak bisa ditolerir, gimana cara menghadapinya?

 

Si Tukang Ngatur

Masalah: 

Teman yang seperti ini biasanya enggak bisa hidup tanpa ikut campur ngatur sama semua urusan kita. Seperti apa yang kita makan, apa yang kita pakai, kita mau ke mana, pokoknya ingin mengatur semua, deh. Dia pengin kita melakukan semua itu sesuai dengan kemauan dia.

Solusi:

Dia punya ego yang tinggi. Jadi jangan adu argumen dengan dia, karena enggak akan mendapatkan yang kita mau. Lebih baik tenang, tapi tegas menolak apa yang dia suruh. Bilang sama dia kalau kita tahu apa yang kita mau dan butuhkan.

 

Si Serba Tahu

Masalah:

Selalu  merasa tahu dan ahli dalam segala hal. Dia cenderung enggak mau kalah, sombong dan tukang ngeles. Dia akan mencoba membuat kita tampak bodoh dengan berakting sok bijak dan sok berpengalaman.

Solusi:

Setuju saja sama apa yang dia bilang. Enggak usah melawan dengan menyatakan kita lebih tahu. Tunjukkan kalau kita enggak tertarik sama hal-hal yang dia bicarakan. Lama-lama dia juga akan bosan sendiri dan cari korban baru.

 

Si Tukang Ngeluh

Masalah:

Selalu terganggu dan mengeluh terhadap semua hal. Dari soal teman, makanan, tugas sekolah sampai terik matahari, bau yang kurang sedap, atau koneksi HP yang lelet. Awalnya, kita merasa simpati dan pengin membantu. Lama-lama kita jadi merasa capek sendiri karena keluhannya enggak kunjung berhenti.

Solusi:

Dia cenderung haus perhatian dan selalu mencari orang yang mau dengar keluhan dia. Jadi sebaiknya enggak usah mengajak ngobrol duluan. Juga jangan langsung bersimpati kalau dia mengeluh. Jika perlu, tegaslah dan bilang kalau keluhan dia itu berlebihan.

 

The Hater

Masalah:

Selalu berusaha membuat kita terlihat buruk di mata orang. Misalnya dengan menyebarkan berita enggak benar tentang kita, bersikap kasar, mengadu domba kita dan teman lainnya atau menyebarkan foto-foto memalukan kita di Twitter dan Facebook.

Solusi:

Orang seperti ini biasanya rasa percaya dirinya rendah, sehingga berusaha menjatuhkan kepercayaan diri orang lain untuk membuatnya terlihat di atas. Jangan balas dendam, karena hanya akan bikin dia tambah benci pada kita. Cuek saja dan tunjukkan kalau apa yang dia lakukan enggak bikin kita menderita.

 

Si Manipulatif

Masalah:

Biasanya hanya mendekati kita saat ada butuhnya saja. Awalnya dia meminta tolong untuk hal-hal yang sulit, tapi lama-lama dia akan mulai mengganggu kita dengan hal-hal sepele yang sebenarnya bisa dia kerjakan sendiri.

Solusi:

Jaga jarak dengan dia. Bersikap tegas dan berani untuk bilang 'enggak' untuk permintaan tentang hal-hal kecil yang bisa dia kerjakan sendiri. Cukup bantu dia kalau permintaannya itu masuk akal dan enggak mengganggu kita.

 

Si Muka Dua

Masalah:

Si Muka Dua ini akan bicara atau bersikap A di depan kita tapi bicara atau bersikap lain di depan orang lain. Hal ini karena dia enggak mau kelihatan jelek atau salah di depan orang lain.

Solusi:

Jangan langsung percaya pada omongannya. Jika dapat informasi dari dia harus kita cek lagi. Kalau sudah keterlaluan, tegur saja dan bilang kita akan membongkar kebohongannya kalau dia enggak berubah.

 

Si Mulut Ember

Masalah:

Dia enggak bisa memegang rahasia. Apa yang kita ceritakan ke dia, pasti akan menyebar ke orang-orang dalam waktu singkat. Biasanya karena kebiasaan atau untuk cari perhatian.

Solusi:

Jangan beri tahu dia masalah atau rahasia kita lagi. Tergur dengan tegas kalau dia itu sudah membocorkan rahasia penting. Apalagi kalau akibatnya sampai mempermalukan kita.

 

(aisha, foto: lipstiq.com)

 

author :

Redaksi Kawanku

Kawanku - Majalah Remaja Cewek

Komentar Kamu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×
Up

SIGN IN