Hal Yang Perlu Dilakukan Saat Orangtua Membaca Diari Kita

Published by : Marti Posted on : Sabtu, 31 Mei 2014

Hal Yang Perlu Dilakukan Saat Orangtua Membaca Diari Kita

Ups! Enggak sengaja kita memergoki salah satu orangtua kita membaca buku diari kita. Meski beliau adalah orangtua kita, tapi tetap terasa enggak nyaman dan hilang kepercayaan kita. Apa yang perlu kita lakukan saat orangtua membaca diari kita?

 

Minta Privacy

Mungkin orangtua kita enggak sengaja menemukan buku diari tersebut. Dan penasaran untuk membacanya. Saat melihat orangtua kita sedang membaca buku diari kita, tegur dengan sopan. Misalnya, "Mama, buku diari bagiku sangat penting dan aku menghargainya kalau mama ingin membacanya dengan memberitahuku lebih dulu,". Dengan begitu, orangtua kita enggak akan tersinggung dan menghormati privacy yang kita inginkan.

 

Butuh Petunjuk

Ada beberapa alasan kenapa orangtua kita membaca buku kita. Salah satunya mereka butuh petunjuk apa yang kita lakukan selama ini. Mungkin saja ia melakukan hal itu karena kita sangat tertutup. Atau kita enggak pernah menceritakan kehidupan kita. Seperti siapa sahabat kita, soal cowok yang kita taksir dan lain-lain. Supaya mereka enggak sering penasaran, coba mendekatkan diri kita kepada mereka. Sering ajak teman atau pacar ke rumah supaya mereka bisa mengenal lebih jauh.

 

Saat Orangtua Marah Soal Rahasia Kita

Mungkin saat membaca buku diari, orangtua kita mengetahui rahasia kita. Ada yang baik ada juga yang buruk. Saat mereka marah setelah mengetahui perbuatan kita yang menurutnya enggak baik, mereka akan minta penjelasan kita. Misalnya, kita ketahuan bolos les karena kepengin hangout sama sahabat. Jelaskan dan minta maaf kalau bikin mereka kecewa. Dan beritahu kalau kita enggak akan mengulangnya. Dengan begitu, mereka akan berusaha terbuka dengan kita. Dan mempercayai kita di kemudian hari.

 

Lebih Sering Ajak Curhat

Coba belajar curhat atau sekedar menceritakan kegiatan kita kepada kedua orangtua kita. Saat menceritakan sesuatu yang buruk, buat cerita kita seakan bertanya soal pendapat atau solusi. Bukan menjatuhkan seseorang atau diri kita sendiri. Dengan begitu, mereka akan berusaha memposisikan diri mereka pada kita. Dan mulai menghargai atau mengerti kehidupan kita.

 

 

(stefanie, foto: thebipolarfamily.com)

 

author :

Marti

Komentar Kamu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×
Up

SIGN IN