Cuaca Buruk Yang Mempengaruhi Penerbangan Pesawat

Published by : Astri Soeparyono Posted on : Minggu, 28 Desember 2014

Cuaca Buruk Yang Mempengaruhi Penerbangan Pesawat

Sering mendengar berita pesawat gagal terbang atau mengalami kecelakaan karena keadaan cuaca buruk? Sebenarnya cuaca buruk seperti apa sih yang bisa mempengaruhi penerbangan pesawat?

 

(Baca juga: 6 kasus pesawat hilang secara misterius dalam sejarah)

 

Turbulensi

Turbulensi adalah golakan udara yang umumnya tidak dapat dilihat. Hal ini dapat terjadi apabila langit cerah dan secara tiba-tiba tanpa diprediksi sebelumnya .

 


Penyebab:

Suhu

Pemanasan dari matahari menyebabkan masa udara panas naik dan sebaliknya masa udara dingin turun, turbulensi jenis ini sering disebut dengan "turbulensi thermis"

 

Jet stream

Pergerakan yang sangat cepat arus udara pada level ketinggian  yang tinggi, dan mempengaruhi udara disekitarnya.

 

Pegunungan

Massa udara yang melewati pegunungan dan mengakibatkan turbulensi pada saat pesawat terbang diatasnya pada sisi yang lain. Turbulensi jenis ini sering disebut dengan "turbulensi mekanis"

Wake turbulence - Turbulensi yang terjadi dekat dengan permukaan yang dilewati pesawat atau helikopter

 

(Baca juga: Memperkirakan cuaca buruk dari bentuk awan)

 

Updraft dan Downdraft pada awan Cb

An updraft atau downdraft adalah pergerakan vertikal dari massa udara sebagai bagian dari fenomena cuaca. Hal ini dikarenakan perbedaan massa udara panas dengan massa udara dingin sehingga mengakibatkan massa udara yang lebih panas dari sekitarnya naik hingga suhunya sama dengan suhu sekitar, sedang massa udara yang suhunya lebih dingin turun.

 

Keadaan ini mengakibatkan pesawat yang sedang berada di dalam dan di bawah badan awan Cb menjadi tidak stabil posisinya dan jika updrfat dan downdraft yang terjadi sangat kuat, akan mengakibatkan pesawat mengalami kejadian yang sering disebut dengan "turbulence"

 

Apabila kekuatan downdraft dari awan Cb sangat besar, maka kejadian ini disebut "downburst", dimana dapat menghasilkan angin vertikal turun yang sangat kencang dengan kecepatannya mencapai 240 km/jam.

 

Dengan kecepatan vertikal yang lebih besar lagi hingga mencapai lebih dari 75 m/dtk atau 270 km/jam dan dirasakan dalam wilayah yang lebih besar dari 4 km, maka downdraft ini disebut dengan "microbust". Downdraft dan micobust harus dihindari oleh pilot karena dapat menyebabkan kecelakaan pesawat pada saat lepas landas maupun pendaratan.

 

(Baca juga: Pesawat dan kapal yang hilang di Segitiga Bermuda)

 

Icing

Dalam penerbangan, kodisi icing merupakan kondisi dimana terbentuk es di permukaan badan pesawat, atau ketika karburator di dalam mesin pesawat membeku. Icing terjadi ketika uap air membeku di bawah titik beku.

 

Fenomena ini tidak membahayakan penerbangan dengan seketika namun secara perlahan-lahan apabila kondisi ini dibiarkan terus-menerus. Hal ini akan mengakibatkan kerusakan mesin , pengurangan daya kerja , penambahan berat pesawat, mengganggu arus udara, dan meningkatkan kecepatan stall pesawat yang nantinya akan mengganggu kerja pesawat.

 

(Baca juga: Tips pertama kali naik pesawat)

 

Kilat

Sambaran kilat pada pesawat terbang akan merusakkan peralatan navigasi, juga sistem peralatan yang lainnya dalam pesawat. Selain itu sinar yang silau yang dipancarkan oleh kilat secara terus-menerus akan mengganggu pilot dalam menerbangkan pesawat, dalam hal ini pesawat yang digunkan bukanlah pesawat otomatis.

 

(Baca juga: Memperkirakan cuaca buruk dari bentuk awan)

 

(sumber: pustekkom, foto: britannica.com, pilotgetaways.com, gizmodo.co.uk)

author :

Astri Soeparyono

Digital Content Producer untuk kawankumagz.com. Selama bekerja di kaWanku pernah wawancara langsung sama Justin Bieber, Greyson Chance, David Archuleta, Jessie J, Maroon 5, dan masih banyak lagi. Tapi, belum pernah ketemu langsung 30 Seconds to Mars.

Komentar Kamu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×
Up

SIGN IN