Celebrity Worship Syndrome, Apa Sih?

Published by : Marti Posted on : Rabu, 19 Maret 2014

Celebrity Worship Syndrome, Apa Sih?

Kita tergila-gila dengan tokoh idola. Kita membeli apapun produk yang dipakai mereka atau yang dirilis mereka. Kita bahkan rela nabung beli hadiah mahal hanya bikin mereka senang. Belum lagi sering bolos sekolah biar bisa ketemu tokoh idola. Apa kita punya gangguan kejiwaan sindrom memuja selebriti?

 

Sindrom

Menurut ahli psikologi, wajar bila seseorang memiliki idola. Yang mengkhawatirkan adalah kalau hal ini mempengaruhi kehidupan sehari-hari. Sebenarnya ada tiga level dalam sindrom ini.

 

Entertainment social, sikap kita mengapresiasikan tokoh idola masih normal. Kita menyukai karena kesukaan kita terhadap bakat mereka.

 

Intense personal, perasaan yang mulai posesif terhadap seleb tersebut. Banyak orang di posisi ini ngaku memiliki hubungan spesial dengannya. Apapun yang terjadi dengan seleb ini, kita ikut merasakannya.

 

Borderline pathological, sikap kita enggak terkontrol. Kita juga sering berfantasi atau mengkhayal mereka. Kita sering merasa depresi kalau selebriti itu enggak merespon kita.

 

Tips:

Intropeksi Diri Sendiri

Coba intropeksi diri apakah kita menyukai selebriti ini karena kita tertarik dengan bakatnya atau kita benar-benar mencintainya. Coba pikirkan baik-baik apakah sikap kita menghasilkan sesuatu yang positif. Mengidolakan seseorang sah-sah saja selama batas normal. Jangan sampai merugikan kita dan membuat kita menyesal nantinya.

 

Ganti Aktivitas

Daripada menghabiskan waktu nungguin tokoh idola sehari semalam enggak jelas, lebih baik menghabiskan waktu bareng sahabat. Kita bisa hangout ke mall, baca buku, atau ikut charity. Boleh saja ngebahas selebriti itu dengan sahabat, tapi jangan terhasut untuk kembali melakukan hal bodoh dan buang-buang waktu.

 

Jangan Mudah Terhasut

Tiba-tiba Hp kita di broadcast undangan meet and greet seleb tersebut, galau banget mau ikut datang atau enggak. Pikirin dulu deh sebelum datang ke acara tersebut. Kalau memang enggak mengganggu sekolah dan acaranya jarang ada boleh kok datang dengan sahabat. Tapi jangan anggap 'event jarang ada' dibuat alasan terus datang ya.

 

(stefanie, foto: standard.co.uk)

 

author :

Marti

Komentar Kamu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×
Up

SIGN IN