Bullying Kembali Memakan Korban, Siswa SMAN 3 Jakarta Meninggal

Published by : Redaksi Kawanku Posted on : Rabu, 25 Juni 2014

Bullying Kembali Memakan Korban, Siswa SMAN 3 Jakarta Meninggal

Seakan-akan udah jadi budaya yang enggak bisa hilang dari dunia sekolah, bullying masih terus terjadi di sekolah. Baru-baru ini teman kita, siswa kelas 10 SMA Negeri 3 Jakarta, Alfiand Caesar Al Irhami (16), meninggal dunia. Diduga karena tindakkan bullying.

 

(Baca juga: Kalau Kita Jadi Saksi Bullying)

 

Kekerasan fisik

Cowok yang akrab disapa Aca tersebut diduga meninggal dunia setelah mengalami kekerasan fisik setelah mengikuti pelatihan ekstrakulikuler Pecinta Alam selama satu minggu di kawasan Tangkuban Perahu, Jawa Barat.

 

Pihak Rumah Sakit MMC, Jakarta Selatan, menemukan kejanggalan atas kematian korban, setelah menemukan luka lebam pada bagian perut dan pipi sebelah kanan.

 

(Baca juga: Dampak Buruk Bullying)

 

Bullying sulit dihilangkan

Meski banyak yang menyuarakan anti-bullying, tetap saja masih kecolongan lagi. Kata Dra. Ratna Juwita, DIPL, Psych, memang nggak gampang memberantas tradisi yang turun menurun. Menghilangkan bullying merupakan hal yang sangat sulit. Tapi bisa ditekan seminimal mungkin.


Caranya, dengan mengubah dan menyamakan sudut pandang semua pihak, baik guru dan siswa. Semua pihak juga harus sadar dan sepakat untuk menghapus tradisi itu. Buat mendukung hal ini, intervensi oleh pihak sekolah juga perlu dan harus sering dilakukan. Nggak bisa cuma sekali.

 

(Baca juga: Fakta Ilmiah dan Dampak Kekerasan Bullying Pada Manusia)

 

"Harus ada perubahan budaya sekolah, tapi hal ini harus didukung dari semua pihak, Entah itu dari pihak guru, siswa, sampai pemerintah," ujar Bu Ratna.

 

Label senior-junior

Di kasus Aca ini kekerasakan fisik ini terjadi gara-gara senior-junior. Padahal memnurut Bu Ratna, paradigma itu harus dienyahkan.

 

(Baca juga: Kalau Aku Jadi Korban Bully)

 

"Cuma beda 1 atau 2 tahun kok pakai istilah senior? Emang senior dalam bidang apa? Itu kan semua sama. Sama-sama siwa. Nggak usah kayak gitu. Yang perlu diingat, sopan, toleran, dan takut itu beda. Takut sama kelas 3 itu bukannya hormat. Hormat yang benar itu kan karena ada rasa cinta dan kagum, bukan karena takut," terangnya.

Ayo kita sama-sama memusnahkan bully dalam jenis apapun di sekolah! Jangan sampai ada kejadian kasus kayak teman kita terulang lagi.

 

(Baca juga: Tips Menghadapi Sahabat yang Tiba-tiba Membully Kita)

 

(ega/hai, foto: giphy.com/search/i-refuse) 

 

author :

Redaksi Kawanku

Kawanku - Majalah Remaja Cewek

Komentar Kamu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×
Up

SIGN IN