Belajar Pede Dari Demi Lovato

Published by : Redaksi Kawanku Posted on : Rabu, 20 Maret 2013

Belajar Pede Dari Demi Lovato

Meski kadang dikritik abis-abisan, Demi Lovato tetap bisa menebar senyumnya yang pede. Dia kelihatan nyaman sama dirinya dan bikin siapapun yang melihatnya berdecak kagum.

 

Talk to yourself

Demi says: “It helps to even look in the mirror — and it sounds so cheesy — but if you just look in the mirror and say, ‘You are beautiful,’ and ‘You are worthy,’ those things really help you.”

 Lesson learned: Luangkan waktu setiap hari untuk ‘ngobrol dengan diri sendiri’. Maksudnya, yakinkan diri dengan bilang ke diri sendiri kalau kita berharga. Fokuslah pada kelebihan kita, tingkatkan dan syukurilah. Kalau emang kita punya kekurangan, enggak perlu terus-terus menyalahkan diri sendiri, apalagi orang lain. Yang penting, kita selalu berusaha untuk memperbaiki diri dan punya niat baik. Kadang, kita juga perlu mengingat-ingat perbuatan baik apa yang pernah kita lakukan. Misalnya, kalau kita pernah nolong orang, sekali-kali pujilah diri sendiri di dalam hati dan enggak perlu berharap pujian dari orang lain. Dengan begitu kita akan merasa berharga.

 

Don’t push yourself to be perfect

Demi says: “I think … that’s what being a role model is all about. It’s not about being perfect.”

Lesson learned: Demi yang penuh talenta aja merasa dirinya enggak sempurna. Makanya, kita enggak perlu memaksakan diri kita untuk selalusempurna.Yang penting kita selalu berusaha semaksimal mungkin. Seandainya kita memang punya kesalahan,introspeksi, maafkan diri sendiri dan enggak usah keterusan sedih. Dari segi penampilan misalnya, enggak perlu harus putih, tinggi dan langsing kayak model. Cukup berusaha untuk makan sehat, berolahraga dan merawat tubuh secukupnya. Setiap orang punya keunikan masing-masing, kok.

 

 

Be honest to yourself

Demi says: “To me, I don’t think it does anybody any good to just hide something or cover it up or lie or whatever.”

Lesson learned: Enggak perlu membohongi diri sendiri. Misalnya, supaya kelihatan keren, kita cuma pengin pakai pakaian yang branded. Kita jadi maksa ortu untuk terus-terusan beli bajubranded yang mahal. Padahal, uang ortu terbatas. Sebenarnya,beberapa jenis pakaian tertentu yang non-branded punya kualitas bagus, kok. Harganya punlebih murah. Atau, supaya tetap bisa diterima sama teman se-genk, kita jadi terus-terusan menyembunyikan rasa kesal kalau teman memperlakukan kita buruk. Padahal, kita bisa jujur pada teman kita itu dan minta pengertian mereka.Dengan jadi diri sendiri dan berani mengungkapkan pendapat, kita justru akan jadi lebih dihargai, lho!

 

 

Lakukan kebiasaan kecil

Demi says: Pray. I pray every night before I go to sleep and every morning when I wake up.”

Lesson learned: Lakukan kebiasaan kecil yang baik setiap harinya. Misalnya, berdoa. Menurut penelitian Universitas Rochester, berdoa bisa lebih baik dari obat herbal atau pengobatan nontradisional. Menurut Dr. Herbert Benson, seorang spesialis kardiovaskular dari Harvard Medical School, selama berdoa, metabolisme, detak jantung dan tekanan darah menurun, nafas menjadi teratur dan kita jadi semakin tenang. Dengan perasaan tenang, kita jadi bisa mikir lebih jernih dan melakukan aktivitas secara maksimal. Aura pede pun bisa terpancar keluar.

 

 

Hangout dengan orang-orang tepat

Demi says: “I surround myself with people who make positive decisions… My friends and I look out for each other.”

Lesson learned: Cari teman yang mendukung kita untuk melakukan kegiatan positif. Misalnya, untuk ikutan lomba ekskulatau jadi panitia pensi sekolah. Kalau ada teman yang bilang kita enggak oke, jauhi aja. Pilih mereka yang menerima kita apa adanya, mendorong kita untuk berprestasi dan tumbuh jadi orang yang lebih baik.Dengan menjauhi energi negatif dari orang-orang yang negatif, kita jadi makin optimis, nih!

 

(dea, foto: zimbio.com)

author :

Redaksi Kawanku

Kawanku - Majalah Remaja Cewek

Komentar Kamu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×
Up

SIGN IN