Belajar Dari Heroine Serial Asia

Published by : Redaksi Kawanku Posted on : Rabu, 24 April 2013

Belajar Dari Heroine Serial Asia

Jadi superhero bukan melulu berarti menolong orang dari sergapan musuh, tapi bisa juga berarti mau dan berani bertindak saat melihat hal yang enggak benar. Misal berani melarang teman yang mau nyatut uang buat beli buku, atau berkorban untuk enggak hang out bareng teman karena harus nemenin adik check up ke dokter. Seperti para tokoh cewek di serial Jepang atau Korea ini nih. Walau hidup mereka sering dirundung duka tapi mereka tetap semangat dan enggak pernah takut buat berkorban bagi orang lain. Aza aza fighting!*

 

Kasus 1:

Who: Go Mi Nyu.

In: You're Beautiful.

Case: Go Mi Nyu sebenarnya bercita-cita untuk menjadi biarawati, tapi niatnya itu harus di-pending karena kembarannya, Go Mi Nam masuk rumah sakit dan menjalani perawatan intensif. Masalahnya, Go Mi Nam sudah menandatangani kontrak untuk bergabung dengan band A.N.Jell. Kalau ngebatalin bisa-bisa dia kena denda besar. Akhirnya Mi Nyu memutuskan untuk menggantikan Mi Nam. Sama sekali enggak gampang, soalnya Mi Nyu harus nyamar jadi cowok padahal dia naksir banget sama salah satu personil A.N.Jell. Tapi dia tetap bertahan, demi sang kakak tercinta.

 

Moral of the story: Kalau Mi Nyu egois dan enggak sayang sama kembarannya, bisa-bisa keluarga mereka jadi berantakan karena kakaknya ditangkap. Kadang, mengorbankan keinginan kita untuk keutuhan keluarga itu perlu dilakukan. Biar bagaimanapun, keluarga kita cuma satu dan enggak bakal ada gantinya.

 

Kasus 2:

Who: Han Ji-Eun.

In: Full House.

Case: Demi menebus rumah yang telah ditinggali dan dibangun oleh sang ayah, Han Ji-Eun rela bekerja sebagai pelayan untuk Lee Young-Jae yang nyebelin setengah mati. Walau kesal karena Young-Jae yang seorang aktor itu rese dan sering marah-marah, Ji-Eun tetap berusaha bertahan demi mendapatkan rumah itu kembali.

 

Moral of the story: Mendapatkan sesuatu yang teramat sangat kita inginkan itu memang enggak pernah mudah. Mulai dari kerikil sampai batu karang mungkin harus kita hadapi. Tapi kalau itu harga yang harus kita bayar, kenapa enggak? Bukan berarti harus ambisius tingkat tinggi atau menghalalkan segala cara sih, tapi pastikan kita sudah melakukan segala yang kita bisa dan berusaha sekuat tenaga, dan enggak langsung putus asa dan menyerah.

 

Kasus 3:

Who: Kotoko.

In: Itazura Na Kiss.

Case: Kotoko enggak bisa dibilang cewek super smart, malah dia rada clumsy dan suka aneh sendiri. Tapi dia punya kepribadian menarik yang bikin orang suka. Nah, dia naksir abis sama seorang cowok, Naoki, yang luar biasa cerdas dan ganteng. Walau awalnya Naoki sebal sama Kotoko, tapi cewek ini tetep keukeh berusaha untuk mendapatkan cintanya. Dengan segala kekurangan dan kelebihannya, dia melakukan segala cara demi Naoki, bahkan sampai mengorbankan dirinya sendiri.

 

Moral of the story:  Jangan biarkan cap apa pun yang diberikan oleh orang lain buat kita bikin kita jadi takut untuk mengejar impian kita. Apalagi kalau celaan itu datangnya dari orang yang sebenarnya enggak mengenal kita. Daripada mundur dan mengaku kalah sama cap yang mendiskreditkan kita, lebih baik tunjukkan kelebihan-kelebihan kita. And please, don't say you don't have any. Setiap orang di muka bumi ini, enggak ada satu pun yang diciptakan tanpa kelebihan. Daripada sibuk menyesali diri terus-terusan dengan apa yang tidak kita miliki mendingan cari apa yang kita miliki dan eksplor abis-abisan. People will then look at you, guarantee!

 

Kasus 4:

Who: Geum Jan Di.

In: Boys Before Flowers.

Case: Geum Jan Di bukan anak orang kaya, tapi karena cerdas dia berhasil mendapatkan beasiswa di sekolah elit. Walau hidupnya sulit, tapi Jan Di enggak malu dan risih berada di antara orang-orang kaya. Malah dia makin semangat belajar. Sayang sekolah itu dikuasai oleh anak-anak orang kaya yang nyebelin dan sok berkuasa. Karena satu hal, Jan Di dimusuhi sama mereka. Tapi Jan Di berani melawan dan bikin dia malah jadi local hero bagi anak-anak lainnya.

 

Moral of the story: Enggak punya sesuatu enggak boleh jadi alasan bagi kita untuk merasa minder. Apapun status sosial kita, kita punya hak yang sama untuk diperlakukan sama rata. Dan itu juga berarti kita enggak boleh takut bertindak saat melihat ada sesuatu atau seseorang yang diperlakukan dengan enggak benar. Selama yang kita lakukan benar, orang-orang pasti akan membela kita. Masih ingat kan dengan kasus Prita? Biarpun di awal dia dinyatakan bersalah, rakyat Indonesia langsung bersatu padu buat bela dia. Dan akhirnya dia pun menang. So never ever feel afraid to do the right thing.

 

(ajeng/ruth, foto: fanpop.com)

 

author :

Redaksi Kawanku

Kawanku - Majalah Remaja Cewek

Komentar Kamu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×
Up

SIGN IN