Apa itu penyakit ALS?

Published by : Redaksi Kawanku Posted on : Rabu, 3 September 2014

Apa itu penyakit ALS?

Kita udah sering melihat selebriti Hollywood maupun Indonesia, tokoh publik, pemain bola sampai orang biasa melakukan Ice Bucket Challenge (IBC). IBC adalah gerakan menyiram diri sendiri dengan air es sebagai bentuk inisiatif menggalang dana untuk penelitian penyakit ALS.Tapi kamu udah tahu belum apa itu penyakit ALS?

 

(Baca juga: Ini Dia Tantangan Ice Bucket yang Dilakukan Seleb Idola Kampanye Penyakit ALS)

 

Menyerang saraf

Penyakit amytrophic lateral sclerosis (ALS) atau yang dikenal juga dengan penyakit Lou Gehrig belakangan ini banyak disebut karena menjadi alasan bagi banyak orang di berbagai belahan dunia untuk melakukan Ice Bucket Challenge. Banyak selebriti melakukan ice bucket challange untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan penyakit ALS.

 

 

ALS merupakan penyakit saraf yang unik karena gejalanya berasal dari kerusakan saraf di tengah proses penghantaran impuls saraf. Gea mencontohkan, jika terjadi stroke maka kerusakan saraf ada di saraf pusat, dan neuropati kerusakan terjadi di saraf tepi. Meskipun gejalanya sama-sama bisa dirasakan oleh tangan, tetapi karena sumber kerusakannya berbeda, maka gejalanya pun akan berbeda. 

 

(Baca juga: Penyakit Gangguan Belajar ADHD)

 

Penyakit amytrophic lateral sclerosis (ALS) terbilang mematikan karena jika tidak diobati sejak terdiagnosis, kemungkinan seseorang untuk bertahan hidup hanya sekitar tiga tahun. Namun, bila diobati, perjalanan penyakit bisa lebih lama. Meski demikian, hingga saat ini pengobatan hanya mengatasi gejalanya, bukan untuk menyembuhkan penyakit.

 

Jarang ditemukan di Indonesia

Bagaimana dengan di Indonesia, apakah penyakit ini ada? Dokter spesialis saraf dari RS Islam Pondok Kopi, Gea Pandhita, mengatakan, prevalensi ALS masih terbilang kecil di Indonesia. Meskipun belum ada data jelas terkait penyakit ini, tetapi diperkirakan prevalensinya kurang dari 2 per-100.000 penduduk yang didiagnosis setiap tahunnya.

 

"Kalau di Amerika Serikat, ada 5.000 orang per tahunnya yang terdiagnosis dengan ALS, tetapi di Indonesia masih belum ada datanya," ujarnya saat dihubungi Kompas Health, Jumat (22/8/2014).

 

 

ALS rata-rata terdiagnosis di usia 40-50 tahun dan paling banyak dijumpai pada pria. Faktor terbesar penyebab penyakit ini adalah genetik. Alias sudah memiliki gen pembawa yang meningkatkan risikonya terkena ALS.

 

Penyakit ini juga dapat diturunkan, meskipun belum jelas peningkatan risikonya bila memiliki keturunan ALS. Pasalnya, penurunan ALS belum tentu berasal dari orangtua, tetapi bisa juga dari keturunan generasi sebelumnya. (Sumber: Kompas)

 

(Baca juga: Penyakit yang Bisa Diakibatkan Mie Instan)

 

(ega/hai-online.com, foto: spin.com, blog.amsvans.com, tw.gigacircle.com)

 

author :

Redaksi Kawanku

Kawanku - Majalah Remaja Cewek

Komentar Kamu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×
Up

SIGN IN