8 Cara Menulis Email yang Benar Menurut Mantan CEO Google

Published by : Astri Soeparyono Posted on : Jumat, 23 Oktober 2015

8 Cara Menulis Email yang Benar Menurut Mantan CEO Google

Lewat buku terbarunya berjudul How Google Works, mantan CEO sekaligus executive chairman dari Google, Eric Schmidt, berbagi ilmu cara mengirim surat elektronik atau e-mail secara profesional. Ini dia 8 cara menulis email yang benar menurut mantan CEO Google.

 

(Baca juga: Menulis Cerita Pribadi Bisa Mengubah Perilaku)

 

Merespons dengan cepat

Saran Schmidt, kita harus cepat merespons e-mail kepada semua orang tanpa memilih-milih siapa dia. "Dengan bersikap cepat tanggap, kita menciptakan komunikasi yang positif," tulis Schmidt.

 

Ringkas

Hal yang mengejutkan ternyata menulis e-mail dengan singkat dan padat lebih sulit daripada yang panjang. E-mail singkat, menurut Schmidt, berarti kita menghabiskan lebih banyak waktu berpikir untuk membalas dengan kalimat ringkas.

 

Hapus, hapus, hapus

Schmidt mengingatkan singkatan OHIO (only hold it once), hapus e-mail Anda kalau enggak penting. "Kalau kita melakukan ini dengan tepat, maka e-mail kita akan menjadi daftar yang harus dikerjakan dengan isu yang kompleks dan memerlukan pemikiran lebih dalam."

 

LIFO

LIFO adalah singkatan dari last in, first out. Selesaikan e-mail yang ada di bagian atas karena e-mail lama terkadang telah dilihat dan diambil alih oleh orang lain.

 

(Baca juga: Tips Imaginative Writing untuk Menulis Cerita Fiksi)

 

Pikirkan "ubah rute"

Bukan hanya di jalan, Schmidt menyarankan, untuk kita memikirkan bagaimana mengalihkan e-mail pada orang yang lebih membutuhkan. "Jangan sampai kita berpikir kenapa enggak saya teruskan e-mail ini ke dia?" terangnya.

 

Hindari huruf kapital

Maksud Schmidt berteriak adalah menggunakan huruf kapital besar. Jika ingin bernada keras, temui langsung orangnya dan jangan "berteriak" di e-mail, walau terkadang e-mail memang lebih mudah.

 

Buat hal jadi mudah

Kalau ada email penting yang belum sempat kita balas, kirim e-mail tersebut ke diri sendiri dan memberi label "Follow up." Cara ini efektif sebagai alarm untuk mengingatkan kita kembali.

 

Pikirkan masa mendatang

Meneruskan e-mail ke diri sendiri bisa kita lakukan kalau kita berpikir e-mail ini akan berguna di kemudian hari. Hal lainnya, seperti scan passport, perizinan, dan asuransi kesehatan, juga dapat kita kirimkan ke e-mail sendiri. Ini berguna untuk waktu darurat.

 

(Baca juga: 5 Ide Kreatif Menulis Surat Cinta)

 

(silvita/female.kompas.com,  foto: giphy.com)

 

author :

Astri Soeparyono

Digital Content Producer untuk kawankumagz.com. Selama bekerja di kaWanku pernah wawancara langsung sama Justin Bieber, Greyson Chance, David Archuleta, Jessie J, Maroon 5, dan masih banyak lagi. Tapi, belum pernah ketemu langsung 30 Seconds to Mars.

Komentar Kamu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×
Up

SIGN IN