7 Perilaku Yang Bisa Membuat Kita Kesal di Path

Published by : Astri Soeparyono Posted on : Rabu, 30 Desember 2015

7 Perilaku Yang Bisa Membuat Kita Kesal di Path

Kamu pengguna Path, girls? Walaupun termasuk kategori socmed baru, Path enggak kalah dengan para pendahulunya. Di Indonesia saja jumlah anggota aktif yang tergabung dalam Path udah sampai jutaan dan sangat aktif. Setiap harinya Indonesia menyumbang sekitar setengah dari keseluruhan aktivitas Path. Saking seringnya menggunakan Path, ada 7 perilaku yang bisa membuat kita kesal di Path, nih. 

(foto: giphy.com)

 

(Baca juga: 4 Jenis Postingan di Social Media Yang Bikin Cowok Males Sama Cewek)

 

Re-path tanpa bilang

Nge-path foto atau meme lucu nggak cuma memancing like banyak. Tapi juga repath. Sebenarnya, sah-sah aja sih, repath. Tapi kalau yang nge-repath enggak ngasih sumber, kesal dong? Terus kalau kita komen "re-path enggak bilang-bilang" paling cuma dibalas "lupa". Kesal, kan?

 

Repath tapi enggak nge-tag

(foto: popsugar.com)

 

Mirip sama yang pertama nih. Bedanya, mereka ngasih sumber. Tapi caranya tetap bikin kesal. Mereka cuma ngasih caption "repath (nama kita)", tapi enggak nge-tag. Salah-salah kita enggak ngeuh, kalau postingan kita di re-path orang dan jadi ramai. Kadar kesalnya memang lebih kecil dibanding yang pertama sih, tapi tetep aja kesal.

 

(Baca juga: Alasan Kenapa Social Media Bisa Bikin Sakit Hati)

 

Di-unfriend

(foto: theodysseyonline.com)

 

Tiba-tiba di-unfriend dan dia enggak mengaku? Walaupun kita berlapang dada dan mengerti kalau enggak temenan di socmed bukan berarti enggak temenan di dunia nyata. Walaupun kita merasa postingan kita enggak ada yang menganggu. Walaupun kita berusaha ngerti kalau mungkin bukan karena kita. Tetap aja, kesal!

 

Di-tag keroyokan

(foto: noorsplace.com)

 

Nah, ini nih. Tag-nya banyak banget! Yang jadi masalah soal tag-tag keroyokan ini sebenarnya kalo ada yang re-path atau komentar. Makin rame deh notifications. Tag keroyokan ini sebenarnya bisa dihindari. Fitur "Mute Moment" berguna kalau pengguna Path enggak mau lagi menerima notifikasi dari suatu postingan tertentu. Pengguna juga bisa melepaskan diri dari tag "keroyokan," dimana notifikasi yang sering muncul atau kadang justru menyebabkan pengguna enggak nyaman bisa teratasi.

 

Terlalu sering posting

(foto: degrassi.wikia.com)

 

Bangun tidur, posting nyeritain mimpi. Mau mandi posting, betapa kita mager. Setelah mandi posting listening to. Gitu aja terus sampe merem lagi. Dijamin, temen kesal sama kita. Jangan kaget kalau di-unfriend. Bukan cuma terlalu sering, postingan mengesalkan lainnya adalah: pencitraan, pamer barang, PDA terus sama pacar, dan posting hal-hal serem di saat yang enggak tepat.

 

(Baca juga: 7 Hal Yang Enggak Boleh Kita Posting ke Social Media Saat Liburan)

 

Enggak di-approve

(foto: giphy.com)

 

Kenalan sama temen, cukup deket, dan kita tau dia aktif di-Path. Tapi kalo di-add enggak di-approve? Kesel kan? Alasan paling mainstream buat kasus ini adalah: Dia mengaku jarang buka Path.

 

Postingan kita di-capture

(foto: newscastic.com)

 

Kadang karena merasa udah deket sama teman-teman di Path, kita lebih terbuka ketika bikin postingan. Kita bisa aja menulis sesuatu ketika kesal, sedih, atau bete. Dan akhirnya menyesalinya. Walaupun postinjgan kita bisa di-delete, tapi bisa aja lho ada teman yang capture postingan kita dan memperlihatkannya pasa orang di luar lingkaran pertemanan Path kita. Salah-salah bisa menyebar. Duh, kesal, kan? Kita harus ingat kalau semua socmed enggak ada yang private, sih. (alvin/ hai-online.com)  

 

(Baca juga: 3 Postingan di Social Media Yang Bikin Teman Sebal)

 

 

author :

Astri Soeparyono

Managing Editor untuk kawankumagz.com. Selama bekerja di kaWanku pernah wawancara langsung sama Justin Bieber, Greyson Chance, David Archuleta, Jessie J, Maroon 5, dan masih banyak lagi. Tapi, belum pernah ketemu langsung 30 Seconds to Mars.

Komentar Kamu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×
Up

SIGN IN