7 Hal Penting Tentang Tren Buku Mewarnai Di Kalangan Remaja dan Dewasa

Published by : Natasha Erika Posted on : Jumat, 8 Januari 2016

7 Hal Penting Tentang Tren Buku Mewarnai Di Kalangan Remaja dan Dewasa

Mewarnai sekarang bukan cuma kegiatan anak-anak. Remaja bahkan orang dewasa juga beramai-ramai mengisi waktu luangnya dengan mewarnai. Katanya, kegiatan ini dapat menjadi terapi yang menyehatkan mental. Kita bisa lebih cari tahu soal tren ini dengan menyimak 7 hal penting tentang tren buku mewarnai untuk remaja dan dewasa.

 

Baca juga: Apa Yang Harus Kita Lakukan Ketika Mengalami Depresi?

 

1. Kemunculan tren

Tren mewarnai ini dimulai sekitar tahun 2014. Mulai dari peneliti di Johns Hopkins University sampai editor di Yoga Journal juga sama-sama menyarankan kegiatan mewarnai sebagai alternatif meditasi.

 

2. Munculnya buku mewarnai

Buku mewarnai dengan judul seperti "Johanna Basford's Secret Garden" laris manis di pasaran. Ada beberapa seri buku menurut tema-tema, misalnya etnik, hewan, desain bunga, dan sebagainya yang ditujukan bagi orang dewasa. Enggak ketinggalan, sejumlah pembuat pensil warna juga meluncurkan satu set alat mewarnai khusus untuk orang dewasa.

 

(foto: johannabasford.com)

 

3. Apa itu terapi seni?

Banyak orang menganggap kegiatan mewarnai sama dengan terapi seni. Tetapi sebenarnya berbeda. Menurut American Art Therapy Association, terapi seni merupakan suatu proses dalam membuat dan menciptakan hasil karya seni sambil menjelajah perasaan, mengumpulkan lagi konflik emosional, memupuk rasa self-awareness, mengembangkan keterampilan sosial, mengurangi kecemasan, dan banyak lagi. Jadi, pada dasarnya terapi seni ini sama saja dengan terapi lain namun juga bisa menjadi media ekspresi personal.

 

4. Mewarnai bukan berarti terapi seni

Walau begitu, mengisi waktu dengan mewarnai enggak sama persis dengan mengikuti sesi terapi seni dengan lengkap. "Mewarnai enggak bisa disebut terapi seni karena terapi seni bergantung pada hubungan antara klien dan terapis," kata Marygrace Berberian, terapi seni bersertifikat.

 

Terapi seni pertama kali dipraktikkan sekitar tahun 1940-an, sementara penelitian yang mengungkap manfaat dari mewarnai sebagai terapi baru dilakukan di pertengahan tahun 1990-an.

 

(foto: amazon.com)

Buku mewarnai 'Fantastic Cities' karya Steve McDonald.

 

Baca juga: 4 Cara Mengatasi Depresi dan Rasa Kecewa Atas Kegagalan di Sekolah

 

5. Mewarnai bisa mengurangi kecemasan

Walau mewarnai dan terapi seni bukan sesuatu yang sama, tetapi kegiatan mewarnai bermanfaat bagi kesejahteraan mental. "Mewarnai juga memiliki efek seperti terapi untuk mengurangi kecemasan, meningkatkan fokus atau membuat kita merasa lebih sadar," kata Berberian.

 

(foto: chapters.indigo.ca)

 

6. Cocok buat kita yang susah mengekspresikan perasaan

Seperti halnya meditasi, mewarnai juga membantu mematikan otak dari pikiran yang bersliweran dan fokus pada momen saat ini. Kegiatan ini juga efektif bagi orang yang merasa enggak nyaman mengekspresikan perasaannya melalui bentuk seni.

 

Tetapi jika kita memiliki masalah emosional atau mental yang lebih berat, terapi seni dinilai lebih efektif dibanding mewarnai seorang diri. Kegiatan mewarnai lebih cocok bagi mereka yang ingin merasa tenang.

 

7. Lebih baik dengan pensil warna

Dalam situs ColoringBooks.net disebutkan, orang dewasa yang ingin mewarnai disarankan menggunakan pensil warna, bukannya crayon. Pensil warna lebih mudah dalam membentuk gradasi atau mencampurkan warna.

 

Baca juga: Tanda-Tanda Pacaran Bisa Bikin Depresi

 

(sumber: lusia/health.kompas.com, foto: superheroyou.com)

 

 

author :

Natasha Erika

Cewek penggemar yoga ini, walau suka banget dengerin lagu-lagu The Beatles, sebenarnya juga seorang Swifty dan Directioner, lho. Hidup Tay-Tay Niall Liam Harry dan Louis! Oh iya, waktu SMA suka banget sama pelajaran sejarah! Ada yang suka juga?

Komentar Kamu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×
Up

SIGN IN