7 Fakta Memprihatinkan Tentang Persaingan Cewek Vs Cewek yang Sering Saling Benci & Menjatuhkan

Published by : Aisha Ria Ginanti Posted on : Senin, 22 Agustus 2016

Pernah mengalaminya?

Seberapa sering kita merasa tesaingi, iri, sampai benci sama cewek lain karena dia lebih dari kita, yang akhirnya engak membawa manfaat apa pun? Meski ternyata cewek punya "sifat atau insting bawaan" untuk melakukan ini, kita bisa dan mesti memperbaikinya. Ini dia 7 fakta memprihatinkan tentang persaingan cewek vs cewek yang sering saling benci dan menjatuhkan.

 

Hasil Penelitian

Persaingan yang enggak sehat antar cewek memang sering terjadi. Enggak bisa dipungkiri kalau cewek cenderung merasa tersaingi atau selalu menganggap cewek lainnya sebagai saingan atau musuh. Bahkan kadang dengan alasan yang sebenarnya sepele atau enggak jelas. Bentuknya bisa mulai dari ngomongin di belakang, saling memusuhi, menghina di medsos, mengajak teman segeng memusuhi dia, hingga langsung melabrak. Atau bahkan kadang ada yang enggak suka bahkan benci pada seorang cewek yang eksis di medsos atau seleb, meski enggak kenal dan mereka enggak pernah menyerang atau berbuat salah sama kita secara langsung.

 

Enggak hanya itu, Demos (demos.co.uk) sebuah lembaga suvei dari Inggris, melakukan penelitian di media sosial, tepatnya Twitter tentang tweet mysogynist  (sikap yang membenci atau merendahkan perempuan). Penelitian ini dilakukan dengan melacak kata ‘slut’ dan ‘whore’ (berarti pelacur atau cewek murahan). Demos melalui Centre for the Analysis of Social Media (CASM), menggunakan teknologi canggih dan membuat logaritma sendiri, yang memproses bahasa secara alami. Sehingga bisa membedakan mana kata-kata tersebut yang digunakan untuk menyerang cewek atau hanya sekedar sapaan biasa atau bercanda.

 

Hasil penelitian di tahun 2014 menunjukan kalau ada 5 juta tweet negatif tentang kecantikan dan body image. 1 dari 5 tweet itu dibuat oleh cewek untuk cewek lainnya. Mereka juga menemukan lebih dari 200 ribu tweet yang menyerang cewek menggunakan kata ‘slut’ dan ‘whore’, dikirimkan pada 80 ribu orang dalam jangka waktu tiga minggu. Sedangkan tahun 2016 ini, Demos menganalisis 1,5 juta tweet yang mengandung kata ‘slut’ dan ‘whore’  dalam periode 23 April – 15 Mei 2016. Hasilnya ternyata 50% dari tweet yang menyerang cewek ini berasal dari cewek juga.

 

 

Selain itu, hasil survei yang dilakukan oleh KaWanku terhadap remaja cewek Indonesia juga mendukung fenomena ini. Cek hasil surveinya di halaman selanjutnya.

 

Cek juga video yang dibuat oleh YouTuber Laci Green tentang pengalaman dia jadi korban dimusuhi oleh cewek yang baru dia temui dan kenal, tanpa alasan yang jelas ini:

 

Coba juga ikut kuis Apa Kita Berpotensi Jadi Cewek Yang Jahat? ini, yuk!

author :

Aisha Ria Ginanti

Reporter di KaWanku sejak tahun 2012.

Komentar Kamu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×
Up

SIGN IN