6 Fakta Tentang Depresi Akibat Social Media (Bagian 1)

Published by : Redaksi Kawanku Posted on : Rabu, 25 Juni 2014

6 Fakta Tentang Depresi Akibat Social Media (Bagian 1)

Meski membantu kita untuk mudah terhubung dengan orang lain tanpa dibatasi waktu dan tempat, kita enggak bisa lepas dari kemungkinan terjerumus depresi akibat social media. Inilah 6 fakta tentang depresi akibat social media yang harus kita ketahui.

Baca bagian sebelumnya dengan klik di sini.


Beragam emosi pada saat yang sama
Menggunakan media sosial dapat membangkitkan banyak emosi dalam diri kita, terutama emosi negatif yang dapat menyebabkan depresi. Kita terus-menerus dibombardir dengan update tentang berbagai hal menarik, yang terjadi dalam kehidupan teman-teman, dibandingkan dengan kehidupan kita yang jadi tampak membosankan.


Jadi, ketika kita melihat seorang teman yang bepergian keliling dunia atau bersenang-senang dengan pacarnya, kita justru merenungkan hal itu dan merasa tak beruntung karena enggak mengalaminya. Social media, pada saat yang sama, juga membuat kita merasa senang jika mendapatkan komentar yang baik pada update kita sendiri atau ketika seseorang mendoakan kita di hari ulang tahun, atau untuk beberapa prestasi yang kita buat.

(Baca juga: Atasi Kecanduan Social Media)

Membandingkan kehidupan dengan orang lain
Depresi pada social media timbul karena kita membandingkan hidup kita dengan orang-orang yang kita lihat lewat potongan-potongan update-nya di dunia maya. Situs social media bisa sangat menyesatkan karena kita hanya melihat apa yang orang pilih untuk dibagi ke timeline. Karena memang, kita akan memilih untuk berbagi hanya aspek yang paling menarik dan yang baik dari hidup kita di social media dan meninggalkan yang tidak begitu baik.

Hal yang sama berlaku untuk orang lain. Mereka semua punya aspek kehidupan yang buruk, yang tidak mau mereka bagi. Sebaiknya, kita sadari hal itu dan berhenti membandingkan diri kita dengan kehidupan orang lain, karena kita semua sama-sama punya aspek baik dan buruk dalam kehidupan.

 

(Baca juga: Duh Frenemy di Media Sosial)


Belum masuk daftar penyakit mental, tapi sudah berdampak nyata
Social media memang belum tepat diterima sebagai istilah terkait gangguan mental, juga belum masuk dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, buku resmi yang mencatat nama-nama semua gangguan mental yang dikenal. Namun, depresi akibat social media sudah memberi dampak sangat nyata yang mempengaruhi remaja dan bahkan orang dewasa saat ini.

 

Baca bagian selanjutnya dengan klik di sini.

 

(inasshabihah/intisari-online.com, foto: celebrity-gifs.tumblr.com

 

author :

Redaksi Kawanku

Kawanku - Majalah Remaja Cewek

Komentar Kamu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×
Up

SIGN IN