5 Things To Learn from Korean Idols

Published by : Redaksi Kawanku Posted on : Kamis, 9 Mei 2013

5 Things To Learn from Korean Idols

Selain layak diidolakan karena penampilan fisik atau bakat mereka, banyak hal positif dari para idol yang bisa kita tiru dalam kehidupan sehari-hari. Siapa tahu, kita bisa sukses kayak mereka, kan?


Enggak gampang menyerah

Dibanding teman-temannya di 2PM, Junho pernah jadi member yang kurang populer. "Walaupun aku sudah melakukan gerakan akrobatik yang susah, fans jauh lebih histeris waktu lihat Taecyeon merobek kaosnya," curhat Junho. Untungnya, hal ini enggak membuat Junho iri dengan member lain atau bahkan putus asa. Buktinya sekarang kita bisa tahu kalau Junho ternyata jago bikin lagu dan main drum.

 

The point is: Jadi bayang-bayang orang lain memang menyebalkan. Tapi jangan sampai hal itu membuat kita putus asa. Daripada sibuk mengeluh atau menyimpan rasa jealous, lebih baik kita mengeksplor bakat yang kita miliki. Yakin deh, kalau kita terus berlatih, lama-lama orang lain akan menyadari kalau kemampuan kita juga layak diperhitungkan.

 

Keluar dari comfort zone

Demi mewujudkan impiannya, Victoria 'f(x)' berani meninggalkan negara asalnya, Cina, untuk pindah ke Korea. Selain harus belajar bahasa Korea dengan cepat, ia juga harus menjalankan peran sebagai leader dan menyesuaikan diri dengan empat member lain yang jauh lebih muda. Perjuangannya pun enggak sia-sia. Baru dua bulan di Korea, Victoria berhasil membintangi sebuah iklan bareng Rain.

 

The point is: Sometimes, getting out of our comfort zone is a good thing. Jangan karena sudah terlalu nyaman menjalani rutinitas yang itu-itu saja, kita jadi malas atau bahkan takut mencoba hal baru. Siapa tahu kita malah menemukan sesuatu yang enggak pernah kita duga sebelumnya justru di luar zona nyaman kita.

 

Saling dukung

Mei tahun lalu, Taeyeon, Tiffany, dan Seohyun 'SNSD' memulai debut mereka dalam sub group TaeTiSeo. Kalau biasanya SNSD mengutamakan koreografi, kali ini ketiganya lebih fokus dengan kualitas vokal. Tiffany cerita kalau enam member SNSD lain selalu mengirim SMS berisi dukungan setelah TaeTiSeo tampil dalam sebuah acara. Bahkan Yoona dan Yuri yang saat itu sedang sibuk dengan drama mereka tetap memonitor penampilan TaeTiSeo, lho.

 

The point is: Sukses bersama lebih menyenangkan daripada sukses sendirian. Menjelang musim ujian, kita bisa mengajak teman-teman untuk belajar bareng. Tapi dengan perjanjian, harus serius belajar, jangan nantinya malah keasikan ngobrol. Belajar bareng dijamin lebih enak, karena kalau ada materi yang enggak dimengerti, kita bisa langsung tanya sama teman lain yang lebih menguasai. Saat capek dan bosan, kita juga bisa dapat semangat ekstra dari teman yang lain.

 

Ketekunan

Sebelum akhirnya bisa debut bersama 2AM, Jokwon harus menjalani masa training selama 7 tahun. Dalam sebuah acara, ia mengaku sempat depresi selama menjalani training, karena enggak tahu kapan bisa debut. Setelah menjalani berbagai proses, termasuk pelatihan ala militer dalam acara Mnet's Hot Blood, Jokwon akhirnya bisa mewujudkan mimpinya sebagai penyanyi terkenal.

 

The point is: Untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, kita harus bersedia melakukan berbagai pengorbanan. Salah satunya adalah waktu dan tenaga. Nikmati setiap proses, demi selangkah lebih dekat dengan impian kita. Enggak ada ruginya, kok. Justru kita bisa mendapatkan pengalaman lebih dibanding orang lain.

 

Respect the elders

UEE 'After School' terkenal sebagai idol yang paling strict. Kahi, leader After School, pernah cerita kalau dibanding dirinya, UEE lebih galak sama member yang lebih muda. Bagi UEE, menghormati member yang lebih tua adalah hal yang penting. UEE juga mengakui kalau sifatnya itu secara enggak langsung terbawa sejak ia masih jadi atlet renang.

 

The point is: Tinggal di Indonesia dengan budaya timur, dari kecil kita sudah dibiasakan untuk menghormati orang yang lebih tua. Bukan berarti mereka gila hormat, lho, tapi kita sebagai yang lebih muda memang harus berlaku sopan pada yang lebih tua untuk sopan santun. Menghormati bukan berarti kita harus mengikuti semua kata-kata orang yang lebih tua. Kalau kita merasa keberatan, sah-sah saja mengungkapkannya, asal dengan cara yang baik.

 

(averina, foto: fanpop.com)

 

author :

Redaksi Kawanku

Kawanku - Majalah Remaja Cewek

Komentar Kamu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×
Up

SIGN IN