5 Tanda Teman Kita Mengalami Kekerasan Atau Ditelantarkan

Published by : Astri Soeparyono Posted on : Jumat, 12 Juni 2015

5 Tanda Teman Kita Mengalami Kekerasan Atau Ditelantarkan

Mengikuti kasus yang menimpa adik kecil kita di Bali, Angeline Megawe? Angeline, 8 tahun, ditemukan di sekitar rumahnya sendiri dalam keadaan terkubur dan meninggal. Seiring beritanya berkembang, Angeline sudah lama mengalami kekerasan di rumahnya sendiri. Jangan sampai ini terjadi di sekitar kita, apalagi pada orang yang kita kenal. Simak 5 tanda teman atau orang di sekitar kita mengalami kekerasan atau ditelantarkan, yang bisa kita amati.

 

(Baca juga: Data Kasus Pelecehan Seksual di Indonesia Hingga 2013)

 

Tanda fisik

Seseorang yang mengalami kekerasan di rumahnya biasanya memiliki tanda fisik. Seperti luka, lebam, luka bakar pada tubuhnya. Kalau teman kita selalu memakai pakaian serba tertutup walaupun ketika cuaca panas dan sangat takut menunjukkan bagian tubuhnya pada orang lain, bisa jadi ia menutupi tanda fisik ini.

 

Rasa takut berlebihan

Setiap orang pasti ada yang ditakuti. Tapi kalau teman kita mengalami kekerasan di rumah ia akan memiliki rasa takut yang berlebihan. Misalnya, takut memandang mata orang dewasa kalau orang yang melakukan kekerasan padanya adalah orang dewasa. Takut mendengarkan tangisan karena identik sama kekerasan yang ia rasakan. Takut untuk bergaul sama orang lain, ia lebih suka menarik diri dan menghabiskan waktu sendirian.

 

(Baca juga: Fakta Ilmiah Dan Dampak Kekerasan Bullying Pada Manusia)

 

Takut pulang ke rumah

Seusai jam sekolah, umumnya kita akan merasa senang dan enggak sabar sampai di rumah. Tapi, teman kita yang mengalami kekerasan dan penelantaran akan takut atau cenderung enggak ingin pulang ke rumah. Karena buat dia rumah adalah tempat penuh kekerasan atau tidak ada orang yang menunggunya di rumah.

 

Sering tertidur di kelas

Teman yang sering banget tidur di kelas, hamper tiap hari, bisa jadi bukan karena malas. Bisa jadi karena dia enggak pernah bisa tidur di rumah. Baik karena takut, karena mendapatkan kekerasan dari orang di rumahnya, atau karena takut tidur sendirian kalau ia ditelantarkan orangtuanya.

 

Mencuri makanan

Kalau ada teman yang mencuri makanan kita, coba ajak ngobrol lebih dahulu sebelum marah. Bisa jadi dia kelaparan karena enggak pernah ada makanan di rumahnya. Anak yang ditelantarkan orangtuanya biasanya selain enggak dikasih makan biasanya juga kurang menjaga kebersihan tubuh dan pakaiannya.

 

Apa yang bisa kita lakukan?


Kalau sekedar jadi tempat curhat, membantunya fokus di sekolah, dan membagi makanan, sih, rasanya bisa kita lakukan. Tapi selebihnya kita butuh bantuan orang dewasa. Kita bisa membantu teman kita dengan meyakinkan dia kalau dia butuh pertolongan. Kalau dia udah setuju, kita bisa lapor sama guru bimbingan konseling atau guru lain yang kita percaya. Bisa juga dengan minta pertolongan orangtua kita sendiri atau sanak keluarga teman kita itu yang kira-kira dia percaya.

 

Kalau kita melihat tanda-tanda ini pada teman kita tapi ia enggak mau mengaku, coba obrolin sama orangtua kita, deh, jangan sampai sesuatu yang buruk terjadi sama dia dan kita enggak bisa membantu. Tapi, semoga kita enggak perlu mengalami atau jadi saksi 5 tanda teman atau orang di sekitar kita mengalami kekerasan atau ditelantarkan ini.

 

(Baca juga: Tanda Kalau Pacar Kita Melakukan Kekerasan Emosional Saat Pacaran)

 

(foto: reddit.com, rebloggy.com, goodreads.com)

 

author :

Astri Soeparyono

Managing Editor untuk kawankumagz.com. Selama bekerja di kaWanku pernah wawancara langsung sama Justin Bieber, Greyson Chance, David Archuleta, Jessie J, Maroon 5, dan masih banyak lagi. Tapi, belum pernah ketemu langsung 30 Seconds to Mars.

Komentar Kamu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×
Up

SIGN IN