5 Penjelasan Soal Pelecehan Seksual dan Perkosaan

Published by : Astri Soeparyono Posted on : Selasa, 5 Mei 2015

5 Penjelasan Soal Pelecehan Seksual dan Perkosaan

Sering banget kita membaca berita soal tindakan pelecehan seksual dan perkosaan. Mungkin kita merasa jauh dari kedua kejadian ini. Tapi, sebagai cewek, kita harus paham nih, girls. Soalnya, kebanyakan korban dari pelecehan seksual ini adalah cewek. Dan, jangan-jangan kita bahkan enggak tahu apa sih yang termasuk pelecehan seksual. So, ini dia 5 penjelasan soal pelecehan seksual dan perkosaan.

 

(Baca juga: Cara Menanggapi Pelecehan Seksual dari Pacar)

 

Yang dimaksud dengan pelecehan seksual

Pelecehan seksual adalah segala macam bentuk perilaku yang mengarah pada perilaku seksual. Dilakukan secara sepihak dan enggak diharapkan oleh orang yang menjadi sasaran, hingga menimbulkan reaksi negatif. Seperti misalnya, rasa malu, marah, tersinggung dan sebagainya pada diri orang yang menjadi korban pelecehan.


Contoh pelecehan seksual ini banyak banget. Mulai dari main mata, siulan nakal, komentar yang berkonotasi seks, bercandaan porno, cubitan, colekan, tepukan atau sentuhan di bagian tubuh tertentu, gerakan tertentu atau isyarat yang bersifat seksual, ajakan berkencan dengan iming-iming atau ancaman, ajakan melakukan hubungan seksual, sampai perkosaan.

 

(Baca juga: Cara Menyikapi Pelecehan Seksual di Angkutan Umum)

 

Bisa terjadi di mana saja

Pelecehan seksual bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Seperti di tempat umum seperti bus, bioskop, trotoar, bahkan di tempat yang menurut kita aman seperti sekolah atau rumah sendiri.

 

Pelakunya bisa siapa saja

Pelaku pelecehan seksual adalah orang jahat yang enggak kita kenal? Pelaku pelecehan seksual bisa siapa saja. Malah, di banyak kasus, perkosaan dilakukan oleh orang yang dekat sama korban. Misalnya: pacar, teman dekat, saudara, ayah (tiri maupun kandung), guru dan sebagainya. Di kasus lainnya, perkosaan dilakukan oleh orang-orang yang baru dikenal dan kelihatannya baik-baik.

 

Kenapa korbannya kebanyakan cewek?

Sering mendengar kan banyak aktivis yang memperjuangkan kesetaraan gender antara cowok dengan cewek? Kenyataannya, cewek memang dianggap gender yang lebih lemah daripada laki-laki sehingga sering menjadi objek kekerasan dan pelecehan seksual.

 

Undang-undang soal pelecehan seksual

Pelecehan seksual ini bukan hanya perbuatan enggak menyenangkan, girls. Tapi juga melanggar hukum. Ada beberapa pasal dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) yang dapat menjerat seseorang pelaku pelecehan seksual: (1) Pencabulan pasal 289-296. (2) Penghubungan pencabulan pasal 295-298 dan pasal 506. (3) Persetubuhan dengan cewek di bawah umur pasal 286-288.

 

(Baca juga: Cara Membedakan Pujian Dengan Pelecehan)

 

(foto: perezhilton.com, huffingtonpost.com, tumblr.com)

 

 

author :

Astri Soeparyono

Managing Editor untuk kawankumagz.com. Selama bekerja di kaWanku pernah wawancara langsung sama Justin Bieber, Greyson Chance, David Archuleta, Jessie J, Maroon 5, dan masih banyak lagi. Tapi, belum pernah ketemu langsung 30 Seconds to Mars.

Komentar Kamu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×
Up

SIGN IN