5 Pelajaran Hidup Yang Dapat Ditarik Dari Film Brush With Danger

Published by : Ifnur Hikmah Posted on : Senin, 23 November 2015

5 Pelajaran Hidup Yang Dapat Ditarik Dari Film Brush With Danger

Girls, ada film yang wajib banget buat ditonton, nih. Judulnya Brush With Danger. Hebatnya, film ini merupakan karya dari sutradara cewek muda asal Indonesia yang berkarier di Hollywood, yaitu Livi Zheng. Di Indonesia sendiri, film ini mulai ditayangkan tanggal 26 November 2015. Tapi, Sabtu 21 November 2015 kemarin, KaWanku mengadakan acara nonton bareng film ini di Epicentrum Walk. Sebelum menonton, kita cari tahu dulu 5 pelajaran hidup yang dapat ditarik dari film Brush With Danger.

 

(Baca juga: 8 Bocoran Seru Brush With Danger, Film Hollywood Yang Dibuat Cewek Indonesia)


Berani Mengejar Mimpi

Diceritakan bahwa Alice (Livi Zheng), bersama adiknya Ken (Ken Zheng) menjadi imigran gelap di Amerika. Tujuan mereka datang ke Amerika adalah untuk mengejar mimpi Alice, yaitu menjadi seorang pelukis terkenal. Alice rela menempuh perjalanan panjang demi mewujudkan impiannya. Bahkan, ketika sampai di Amerika pun, dia harus berjuang lebih keras lagi untuk mewujudkan impiannya tersebut.


Pantang Menyerah

Menjadi imigran di tanah orang, terutama imigran gelap, tentunya bukan hal yang gampang untuk dijalani. Hal inilah diperlihatkan di film Brush With Danger ini. Meski sempat kecopetan dan kelaparan sampai harus mengambil roti yang sudah dibuang untuk mengisi perut, mereka tetap semangat dan enggak menyerah dengan keadaan.

 

 

(Baca juga: 4 Cara Sukses di Usia Muda Dari Livi Zheng, Cewek Indonesia Yang Jadi Sutradara di Hollywood)

 

Tetap Berhati-Hati

Jalan hidup Alice dan Ken mulai mendapat titik terang ketika bertemu dengan Justus Sullivan, seorang pemilik galeri yang terkesan dengan lukisan Alice. Beliau pun menawarkan Alice untuk menjual lukisannya di galeri. Meski begitu, Alice enggak lantas langsung percaya pada Sulliva. Alice pun memperingatkan Ken agar tetap berhati-hati.

 

Ikuti Kata Hati

Alice kemudian diminta oleh Justus untuk membuat tiruan lukisan Van Gogh. Awalnya Alice ragu karena dia enggak mau melukis tiruan lagi. terlebih Justus enggak mengizinkan dia menuliskan namanya di belakang lukisan tersebut. setelah sempat ragu, Alice akhirnya mengikuti kata hatinya untuk membuat tiruan lukisan, tapi tetap membubuhkan namanya di lukisan tersebut.

 

(Baca juga: 5 Orang Indonesia Yang Berprestasi di Dunia Hiburan Hollywood)

 

 

Tolong Menolong

Salah satu pelajaran yang didapat dari film ini adalah pentingnya tolong menolong. Ketika melihat seorang ibu-ibu sedang melawan pencopet, Alice dan Ken langsung menolongnya. Kita enggak pernah tahu jika orang yang kita tolong sekarang, suatu hari nanti akan berbalik menjadi penolong kita. karena itulah, penting bagi kita untuk saling tolong menolong.

 

(Foto: juaranews.com, thehotpinkpen.com)

 

author :

Ifnur Hikmah

Writing. Reading. Eating. And Fangirling. Reporter di KaWanku sejak 2013. Pernah interview Charli XCX dan telepon-teleponan dengan Troye Sivan. Paling senang ketika ketemu dan interview GOT7, terutama JB dan berharap bisa ngobrol sama SHINee

Komentar Kamu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×
Up

SIGN IN