5 Mitos Tentang Vagina yang Harus Cewek Tahu Kebenarannya

Published by : Astri Soeparyono Posted on : Selasa, 20 Januari 2015

5 Mitos Tentang Vagina yang Harus Cewek Tahu Kebenarannya

Sebagai cewek, apa yang kita tahu soal vagina? Berikut 5 mitos tentang vagina yang harus cewek tahu kebenarannya.

 

(Baca juga: Cara Mencegah Bau Tidak Sedap di Vagina)



Mitos 1: Semua "di bawah sana" adalah vagina
Bagian luar dari organ seks perempuan adalah vulva. Vagina sebenarnya adalah semacam pipa di bagian dalam mulai dari rahim dan mulut rahim sampai pintu vagina. sementara itu vulva adalah istilah untuk hampir semua bagian, klitoris, lubang kencing, bagian bibir vagina, pintu vagina, perineum, dan anus.



Mitos 2: Enggak berubah selamanya


Sebenarnya vagina berubah dan berevolusi sepanjang umur cewek. Semua disebabkan oleh faktor hormonal. "Sebelum pubertas, vagina cewek sangat kecil karena memang enggak dimaksudkan ada apa pun yang masuk ke sana," kata Vanessa Cullins dari Planned Parenthood Federation of America.



Saat sudah memasuki usia pubertas dan tubuh memproduksi estrogen, vagina mulai bisa memanjang dan tertarik. Setelah produksi hormon estrogen berakhir, yaitu di masa menopause, elastisitas dan kemampuannya memanjang pun berkurang.

 

(Baca juga: 4 Cara Merawat Vagina di Musim Hujan)


Mitos 3: Kotor


Banyak orang yang percaya mitos ini, padahal vagina sebenarnya punya kemampuan membersihkan diri sendiri. Seperti halnya mata yang punya air mata, ada juga cairan vagina yang membantu organ ini selalu bersih.



Karena vagina dianggap kotor, banyak cewek yang merasa perlu membersihkannya dengan sabun, cairan khusus, deodoran dan sebagainya. Padahal, produk-produk itu malah bisa merusak keseimbangan mikroorganisme yang bisa menyebabkan infeksi bakteri.



Mitos 4: Berbau


Setiap cewek pada dasarnya punya bau khas sendiri. Menurut Mayo Clinic, aroma khas vagina cewek berubah saat siklus menstruasi dan akan lebih kuat setelah aktif berhubungan seks. Kita harus curiga kalau vagina berbau kuat disertai gatal.



Kalau kita merasa enggak nyaman sama bau khas vagina, mandilah dengan sabun antibakteri tanpa parfum. Cara ini biasanya cukup efektif menghapus keringat dan lembab yang menyebabkan aroma kuat di organ ini.



Mitos 5: Bentuknya enggak akan berubah


Karena vagina adalah organ tubuh, ia akan berubah seiring dengan kondisi. Ukuran vagina juga dipengaruhi oleh faktor genetik, masa pubertas, persalinan normal, dan masa menopause. (Sumber: shine.yahoo.com)

 

(Baca juga: 5 Fakta Tentang Vagina Yang Harus Diketahui Cewek)

 

(lusia/health.kompas.com, foto: giphy.com)

 

author :

Astri Soeparyono

Managing Editor untuk kawankumagz.com. Selama bekerja di kaWanku pernah wawancara langsung sama Justin Bieber, Greyson Chance, David Archuleta, Jessie J, Maroon 5, dan masih banyak lagi. Tapi, belum pernah ketemu langsung 30 Seconds to Mars.

Komentar Kamu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×
Up

SIGN IN