5 Kesalahan Umum Yang Dilakukan Ketika Sahur Ibadah Puasa

Published by : Natasha Erika Posted on : Selasa, 16 Juni 2015

5 Kesalahan Umum Yang Dilakukan Ketika Sahur Ibadah Puasa

Kekhusyukan ibadah puasa kerap terganggu oleh masalah kesehatan. Waktu berbuka masih lama tetapi perut sudah terasa keroncongan. Belum lagi masalah perut kembung. Mungkin itu terjadi karena kita melakukan hal-hal ini saat sahur. Ini dia 5 kesalahan umum yang dilakukan ketika sahur ibadah puasa.

 

Baca juga: 7 Cara Cegah Bibir Kering Saat Puasa

 

Merasa ada perbedaan pola makan

Menurut kacamata ilmu gizi, seharusnya tak ada perbedaan pola makan berpuasa dan tidak. "Perbedaannya hanyalah waktu makan yang berubah. Perlu diingat, puasa adalah ibadah, sehingga seharusnya tidak ada perbedaan pola makan dengan bulan-bulan lainnya," ungkap dokter ahli gizi Tirta Prawita Sari dalam acara buka bersama media.

 

Panduan makan yang sehat saat berpuasa pun sejatinya sama dengan saat enggak berpuasa. "Masalah yang dihadapi saat puasa adalah dehidrasi dan menjaga agar perut tidak kelaparan dari pagi sampai magrib tiba," katanya.

 

Minum terlalu sedikit atau terlalu banyak

Masalah dehidrasi bisa dicegah dengan minum yang cukup saat sahur. Jangan terlalu banyak, jangan terlalu sedikit juga.

 

Baca juga: Cara Menghadapi Teman Tapi 'Setan' Di Bulan Puasa

 

Langsung tidur abis sahur

Langsung tidur kembali selesai bersahur tidak disarankan. Terlebih lagi ketika saat sahur kita mencerna daging. "Pencernaan kita belum selesai bekerja. Akibatnya timbul banyak gas di perut. Perut terasa kembung dan tidak enak sepanjang hari," ujar Dr. Tirta.

 

Makan makanan bergula tinggi

Mengonsumsi makanan indeks glikemik tinggi juga tidak disarankan saat sahur, sebab gula darah yang naik tinggi saat sahur justru bikin tubuh jadi cepat lapar. Sementara makanan dengan indeks glikemik rendah membuat perut kenyang lebih lama. Contoh makanan dengan indeks glikemik rendah adalah nasi merah, roti gandum, kentang rebus dengan kulitnya, ubi rebus.


Proses memasak yang memicu kadar gula

Proses pemasakan sejatinya mendongkrak indeks glikemik suatu makanan. "Misalnya nasi yang dimasak jadi bubur, indeks glikemiknya jadi lebih tinggi. Campurlah sumber karbohidrat dengan serat dan kacang-kacangan agar perut kenyang lebih lama," sarannya.

 

Saat berbuka puasa, kita baru diijinkan mencari makanan dengan kadar indeks glikemik tinggi seperti kurma atau buah semangka. "Ingat, jangan kalap setelah buka puasa. Paling baik, pilih tajil dengan kandungan protein di dalamnya pula," katanya.

 

Baca juga: Makanan Yang Sebaiknya Dimakan Saat Bulan Puasa

 

(lusia kus anna/kompas.com, foto: buzzfeed.com)

 

author :

Natasha Erika

Cewek penggemar yoga ini, walau suka banget dengerin lagu-lagu The Beatles, sebenarnya juga seorang Swifty dan Directioner, lho. Hidup Tay-Tay Niall Liam Harry dan Louis! Oh iya, waktu SMA suka banget sama pelajaran sejarah! Ada yang suka juga?

Komentar Kamu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×
Up

SIGN IN