5 Horrific Eating Disorders

Published by : Redaksi Kawanku Posted on : Kamis, 24 Januari 2013

5 Horrific Eating Disorders

Sering dengar istilah eating disorder? Gangguan pola makan ini akan mengakibatkan gangguan kesehatan pada tubuh si penderita. Dua gangguan pola makan yang paling dikenal adalah anoreksia nervosa dan bulimia nervosa. Ternyata masih ada jenis eating disorder lainnya, lho!

 

Anoreksia Nervosa

Penderita anoreksia sangat takut mengalami kenaikan berat badan. Mereka mengurangi jumlah porsi dan frekuensi makan secara ekstrim. Penderita anoreksia sangat sering merasa gemuk, meskipun pada kenyataannya mereka kelihatan kurus. Lebih parahnya lagi, rambut dan kuku rapuh, kulit juga jadi kering dan kekuningan.

 

Bulimia Nervosa

Mungkin masih banyak yang bingung perbedaan bulimia dan anoreksia. Orang yang mengidap bulimia, enggak memiliki tubuh kurus seperti pengidap anoreksia. Mereka orang berbadan normal bahkan gemuk. Pengidap bulimia punya kebiasaan makan banyak, tapi mencoba 'membayarnya' dengan olahraga secara berlebihan atau memuntahkan makanan yang dimakannya. Gejala intinya, mereka 'membayar' dua kali seminggu selama dua bulan.

 

Eating disorder not otherwise specified (EDNOS)

EDNOS adalah gangguan makan yang enggak memenuhi kriteria khusus anoreksia dan bulimia. Lebih dari satu setengah sampai dua pertiga orang yang didiagnosis terkena gangguan makan, menderita EDNOS. Misalnya, mereka sudah menunjukan semua gejala anoreksia tapi memiliki badan normal atau memiliki gejala bulimia, tapi hanya memuntahkan sebagian makanan. Mereka hanya memunculkan beberapa gejala, tapi enggak seluruhnya.

 

Binge

Gangguan makan ini termasuk dalam kategori EDNOS. Seperti penderita bulimia, mereka makan dalam jumlah banyak, tapi mereka enggak memuntahkan atau mencoba mengeluarkannya lagi. Penderita binge memiliki berat badan mulai dari normal sampai obesitas. Mereka merasa benci kepada diri sendiri setelah makan banyak. Salah satu cirinya, mereka makan waktu depresi dan bosan.

 

Orthoreksia

Penderita orthoreksia punya obsesi berlebihan untuk mengonsumsi makanan sehat. Akhirnya, mereka membuat pilihan makanan apa saja yang bisa dimakan. Penderita orthoreksia memberi pengecualian pada makanan yang mengandung pestisida dan bahan kimia lainnya.

 

Girls, jangan sampai menyiksa diri buat nurunin berat badan. Biar enggak terkena eating disorder, kita harus mencintai diri sendiri dan percaya diri. Kita juga harus ngedengerin apa yang badan kita rasain. Kalau merasakan salah satu gejala eating disorder ini, obrolin sama ortu atau guru pembimbing kita, yah.

 

(lana, foto: calendar.swarthmore.edu)

 

author :

Redaksi Kawanku

Kawanku - Majalah Remaja Cewek

Komentar Kamu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×
Up

SIGN IN