10 Tanda Kehamilan (Bagian 1)

Published by : Redaksi Kawanku Posted on : Kamis, 1 Mei 2014

10 Tanda Kehamilan (Bagian 1)

Beberapa gejala kehamilan biasanya muncul ketika seorang cewek terlambat datang bulan (sekitar satu atau dua minggu kemudian). Setelah tahu fakta penyebab kehamilan, berikut ini 10 tanda kehamilan yang biasanya muncul. 

 

1. Tidak Menstruasi

Jika biasanya menstruasi cukup rutin dan kali ini tidak, ada baiknya segera melakukan tes kehamilan. 

 

2. Menghindari Makanan

Enggak suka aroma makanan yang terlalu tajam. Misalnya, baru durian, sambal goreng, dan lainnya. Atau, makanan yang tadinya favorit, kini tiba-tiba enggak suka. Hal itu bahkan sampai bisa memicu refleks mual dan muntah. Bisa jadi merupakan efek samping dari jumlah estrogen yang meningkat pesat dalam sistem tubuhnya.

 

3. Perubahan Suasana Hati

Sebagian dikarenakan perubahan hormonal yang mempengaruhi tingkat neurotransmitter (pembawa pesan kimia dalam otak). Tiap orang punya respon berbeda terhadap perubahan ini. Ada yang tiba-tiba emosinya sangat tinggi atau menurun, sedangkan yang lain ada yang merasa cemas atau tertekan berlebihan.

 

Kalau tiba-tiba merasa sedih atau putus asa dan tidak mampu mengatasi perasaan sehari-hari atau bahkan sampai merugikan diri sendiri, segera hubungi dokter. 

 

4. Perut Kembung

Perubahan hormon pada awal kehamilan dapat membuat perut merasa kembung, mirip seperti saat sebelum menstruasi. Ini mungkin mengakibatkan pakaian jadi terasa enggak nyaman dari biasanya (khusus di bagian pinggang) meski saat itu rahim masih sangat  kecil.

 

5. Sering Buang Air Kecil

Perubahan hormonal mendorong rantai peristiwa yang meningkatkan laju aliran darah melalui ginjal. Ini menyebabkan kandung kemih terisi lebih cepat, sehingga perlu buang air kecil lebih sering. Gejala ini biasanya terjadi di minggu keenam trimester pertama.

 

Seiring bertambah bulan, kebutuhan buang air kecil semakin tinggi. Saat itu volume darah meningkat secara dramatis yang menyebabkan cairan ekstra sedang diproses dan berakhir di kandung kemih. Masalah diperparah saat bayi tumbuh lebih besar sehingga tekanan pada kandung kemih juga semakin besar.

 

Baca bagian selanjutnya dengan klik di sini.

 

(ester/tabloidnova.com, foto: moviemail.com)

 

 

author :

Redaksi Kawanku

Kawanku - Majalah Remaja Cewek

Komentar Kamu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×
Up

SIGN IN