Playground

Pulau-Pulau Yang Terancam Tenggelam

Published by : Astri Soeparyono Posted on : Minggu, 20 Oktober 2013

Pulau-Pulau Yang Terancam Tenggelam

Suhu udara yang makin panas dan banjir mungkin dampak pemanasan global yang sudah sering kita lihat dan alami. Akibatnya, banyak pulau di dunia yang akan bahkan sudah tenggelam. Duh!

 

Girls, tahu dong legenda Atlantis yang tenggelam. Nah, pemanasan global yang makin parah mengakibatkan banyak pulau yang terancam menghilang seperti dalam cerita Atlantis. Suhu bumi yang semakin panas menyebabkan mencairnya gunung es di kutub utara dan selatan. Akibatnya volume air laut meningkat, yang berarti naiknya ketinggian permukaan air laut.

 

Sejak masuk abad ke-20, permukaan air laut naik sekitar 1-3 mm pertahun. Jadi sejak puncak zaman es, 18 ribu tahun lalu hingga sekarang permukaan air laut naik lebih dari 1.200 meter. Akibatnya sering terjadi banjir di daerah pesisir pantai. Dan bagi pulau-pulau kecil, ini adalah awal dari berakhirnya keberadaan mereka di bumi.


Maladewa

Letak: Sebelah barat daya Srilanka, Samudera Hindia

Negara kepulauan superindah ini permukaan tanahnya rata-rata hanya mempunyai tinggi 1,5 m di atas permukaan laut. Jadi enggak aneh Maladewa terancam akan segera tenggelam. Saat ini sudah sekitar 1.990 pulau kecil dan pulau karang yang terendam. Makanya, Presiden Maladewa, Mohamed Nasheed, berencana memindahkan negara dan 350 ribu warganya ke Australia karena Maladewa sudah semakin sulit dipertahankan.

 

Kiribati

Letak: Oceania, Samudera Pasifik

Diprediksi sebagai negara pertama yang akan tenggelam. Sekitar 105 ribu orang penduduk dari 33 pulau kecil di sana sudah mengungsi karena mulai tenggelam. Presiden Kiribati, Anote Tong sempat membeli lahan di Kepulauan Fiji untuk mengungsi. Tapi karena sama-sama terletak di Samudera Pasifik yang juga beresiko tinggi tenggelam, Presiden Tong akhirnya meminta bantuan Selandia Baru sebagai tempat pengungsian. Kiribati adalah negara yang paling sedikit menyumbang polusi karbon, penyebab utama pemanasan global, tapi terkena dampak paling parah.

 

Tuvalu

Letak: Antara Hawai dan Australia, Samudera Pasifik

Sejak sepuluh tahun lalu, pemerintah Tuvalu sudah meminta bantuan Australia untuk mengungsikan 12 ribu penduduknya ke sana. Titik tertinggi di negara mungil ini hanya sekitar 4,5 meter. Pulau-pulau besar di sana terendam air hingga setengahnya, dan pulau-pulau kecil tenggelam. Bukan enggak mungkin lima puluh tahun lagi, Tuvalu tinggallah sebuah nama.

 

Ghoramara

Letak: Selatan India, perairan Teluk Bengal

Naiknya permukaan air laut secara global ditambah es di pegunungan Himalaya yang makin banyak mencair, membuat permukaan air di daerah teluk Bengal naik dratis setiap tahunnya. Sejak tahun 1969, pulau ini telah mulai tenggelam dan mencapai dua pertiganya di tahun 2006. Hingga sekarang sudah lebih dari tujuh ribu penduduk diungsikan.   

 

Shishmaref

Letak: Pulau Sarichef, Laut Chukchi, Alaska

Daratan di pesisir Shishmaref menghilang tersapu ombak dan permukaan air laut yang semakin naik. Banyaknya es yang mencair juga membuat struktur tanah enggak stabil sehingga banyak rumah rusak. Perubahan iklim di sana juga menyebabkan badai makin dahsyat sehingga menimbulkan erosi yang memakan daratan hingga sekitar 38 meter. Meski sudah dibangun tembok untuk menahan air laut, daerah ini tetap kehilangan daratan rata-rata 3,3 meter setiap tahunnya. Alhasil sekitar 600 penduduk di sana terancam hidupnya dan kebanyakan harus mengungsi. Saat ini dari 213 desa di Alaska, lebih dari 80 persen rusak karena masalah yang sama.

 

Indonesia

Sebagi negara kepulauan, tentu saja Indonesia juga terancam, apalagi pulau-pulau kecilnya. Kalau enggak ada perbaikan lingkungan, Departemen Kelautan dan Perikanan memerkirakan  hingga tahun 2030, Indonesia akan kehilangan sekitar dua ribu pulau. Saat ini pulau yang terancam tenggelam di antaranya adalah ratusan pulau kecil di perairan Maluku, Pulau Batu Beranting, Nipa, Putri dan Pelampong di daerah Batam, dan pulau cantik, Samalona, di pantai selatan Sulawesi Barat pun diperkirakan akan menghilang tahun 2020.

 

Badan Riset Kelautan dan Perikanan DKP juga menyatakan sejak tahun 2005 Indonesia sudah kehilangan setidaknya 24 dari 17.504 pulau-pulau. Pulau-pulau itu adalah Gosong Sanjai, Karang Linon Kecil, Karang Linon Besar, Pusung, Mioswekel, Tikus, Inggit, Begonjai, Kikis, Urbinasi Kiakep, Lereh, Terumbu Daun,  Sijaujau, Lawandra, Laut, Niankin, Ubi Besar, Ubi Kecil, Nirwana, Dapur, Payung Kecil, Air Kecil, dan Nyamuk Kecil.

 

(aisha, foto: wired.co.uk, umt.edu.my, coastalcare.org, freewebs.com, mymaldives.com, thesinkingoftuvalu.com, ndonesiaundiscovered.com)

 

author :

Astri Soeparyono

Managing Editor untuk kawankumagz.com. Selama bekerja di kaWanku pernah wawancara langsung sama Justin Bieber, Greyson Chance, David Archuleta, Jessie J, Maroon 5, dan masih banyak lagi. Tapi, belum pernah ketemu langsung 30 Seconds to Mars.

Komentar Kamu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×
Up

SIGN IN