Playground

Negara-Negara Kecil yang Indah

Published by : Astri Soeparyono Posted on : Minggu, 5 Mei 2013

Negara-Negara Kecil yang Indah

Kalau selama ini kita hanya tahu negara-negara yang besar seperti Eropa, Asia, dan Amerika Serikat, ternyata di belahan dunia ini ada lho negara kepulauan yang enggak kalah indah dari negara lainnya. Tempatnya memang terpencil, tapi masih bisa dijadikan tempat wisata untuk kita yang mempunyai jiwa berpetualang!

 

Tuvalu

Dulunya, dikenal dengan nama Kepulauan Ellice. Negara kepulauan yang terletak diantara Hawaii dan Australia. Tuvalu dibatasi dengan 9 karang yang terdapat di Polynesia. Negara ini merdeka pada tahun 1978 dan dihuni sekitar 12.000 orang.

 

San Marino

Republik San Marino merupakan negara terkecil kelima di dunia. Terletak di gunung Titano sebelah utara Italia, negara ini mempunyai 29.000 penduduk. Negara ini pun mengklaim sebagai negara tertua di Eropa.

 

Liechtenstein

Negara ini terletak di tepi Sungai Rhein diantara negara Austria dan Swiss. Walaupun kecil, tetapi negara ini terkenal dengan jasa perbankan yang mereka punya. Selain itu, negara ini mengandalkan pendapatannya dari penjualan perangko.

 

Saint Kitts & Nevis

Terletak di kepulauan Karibia, negara ini baru merdeka pada tahun 1983. Negara ini merupakan negara terkecil di Amerika dengan 39.000 penduduk. Saint Kitts adalah tempat persinggahan dan perkampungan pertama bagi Inggris dan Perancis.

 

Grenada

Dikenal dengan sebutan 'Pulau Bumbu' karena Grenada merupakan penghasil pala terbesar kedua setelah Indonesia. Terletak di bagian selatan Kepulauan Windward, Karibia, total penduduk di negara ini sebanyak 90.000 jiwa.

 

Palau

Republik Palau atau kadang disebut dengan Belau adalah negara kepulauan di Samudra Pasifik. Terdiri dari 200 gugusan pulau dengan penduduk sebanyak 20.000 jiwa. Di negara ini tidak ada kereta api dan hampir setengah dari keseluruhan jalan di negara ini belum di aspal.

 

Nauru

Republik Nauru merupakan republik terkecil di dunia dan tidak memiliki ibukota resmi. Negara ini adalah eksportir fosfat, namun pada tahun 1980 fosfat tersebut habis. Sampai sekarang, penduduk di kepulauan ini mejadi terisolasi dari dunia luar. Karena tutupnya perusahaan pesawat, satu-satinya transportasi untuk bisa keluar adalah kapal laut.

 

(atifa, foto: abc.net.au, visiteurope.com, bloomberg.com, destination 360.com, virtualtourist.com)

 

author :

Astri Soeparyono

Managing Editor untuk kawankumagz.com. Selama bekerja di kaWanku pernah wawancara langsung sama Justin Bieber, Greyson Chance, David Archuleta, Jessie J, Maroon 5, dan masih banyak lagi. Tapi, belum pernah ketemu langsung 30 Seconds to Mars.

Komentar Kamu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×
Up

SIGN IN