Playground

Jenis-Jenis Kain Khas Indonesia

Published by : Marti Posted on : Minggu, 4 Mei 2014

Jenis-Jenis Kain Khas Indonesia

Indonesia kaya dengan warisan budayanya. Salah satu bentuk warisan itu adalah jenis-jenis kain khas Indonesia. Ada kain songket, batik, tapis, gringsing, dan ikat. Hmm... Penasaran gimana kain-kain yang Indonesia banget ini?

 

Songket

Kain songket adalah kain tenun tradisional asal Minangkabau yang ditenun dengan tangan dengan benang emas dan perak. Makanya, enggak heran kain songket itu punya efek kemilau cemerlang. Kain songket punya beragam motif seperti Saik Kalamai, Buah Palo, Barantai Putiah, Barantai Merah, dan sebagainya.

 

Batik

Pastinya, udah enggak asing sama jenis kain satu ini. Batik sendiri punya dua pengertian. Pertama, batik adalah teknik pewarnaan kain dengan memakai malam. Kedua, batik adalah kain termasuk penggunaan motif tertentu dengan menggunakan teknik pewarnaan tersebut. Motif-motif kain batik pun beragam tergantung daerah pembuatannya. Dan, hampir seluruh kota di Indonesia punya motif khas batik masing-masing. Misal yang paling terkenal adalah batik Pekalongan dan Solo.

 

Kain tapis

Kain tapis adalah kerajinan tradisional masyarakat Lampung yang dilakukan untuk menyelaraskan kehidupan manusia dengan lingkungan sekitar dan Tuhan. Kain tenun tapis ini melalui tahap pembuatan yang cukup memakan waktu karena harus mencapai kesempurnaan teknik tenun. Kain ini ditenun dengan benang kapas dan disulam dengan benang emas dan perak dengan motif-motif bertemakan alam, flora, dan fauna.

 

Kain gringsing

Ini dia satu-satunya kain tradisional Indonesia yang membutuhkan waktu 2-5 tahun pembuatan. Wow! Kain gringsing berasal dari Bali dan menggunakan teknik dobel ikat sehingga memakan waktu yang lama. Setelah dipintal, benang akan direndam dalam minyak kemiri, baru setelah itu melalui proses ikat dan pewarnaan. Kain gringsing punya beragam motif juga yaitu motif Lubeng, Sanan Empeg, Cecempakaan, dan sebagainya.

 

Ikat

Kain tenun ikat khas Indonesia yang terkenal berasal dari daerah NTT, Jepara, Lombok, dan Sumbawa. Jenis kain ini ditenun dengan benang pakan atau lungsin yang udah diikat serta dicelupkan ke zat pewarna alami. Kain ikat agak mirip seperti kain songket. Yang membedakannya adalah motif kain songket cuma terlihat satu sisi, sedangkan motif kain ikat terlihat dari dua sisi.

 

(nana, foto: wikipedia.com, bola.kompas.com, tribunnews.com, kupang.tribunnews.com)

 

author :

Marti

Komentar Kamu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×
Up

SIGN IN