Playground

5 Fakta Yang Dikritik Para Peneliti dari Film Interstellar (Bagian 1)

Published by : Astri Soeparyono Posted on : Rabu, 12 November 2014

5 Fakta Yang Dikritik Para Peneliti dari Film Interstellar (Bagian 1)

Hollywood lagi-lagi dihebohkan dengan gebrakannya sendiri mengeksplor luar angkasa lewat sebuah film. Apa lagi kalau bukan Interstellar yang baru dirilis secara global awal bulan ini. Di balik semua kecanggihan visual efek dan grafis, ada beberapa kesalahan saintifik yang dikritik oleh para peneliti. Apa saja itu?

 

(Baca juga: Interstellar, Menjelajah Ruang Angkasa Mencari Rumah Baru)

 

Teori relativitas

Satu isu besar dan yang mempengaruhi karakter utamanya, Cooper hingga akhir film adalah perbedaan waktu di bumi. Dijabarkan, gara-gara melintasi wormhole, perbedaan waktunya dengan bumi sangat ekstrim. Satu jam di bumi sama dengan tujuh tahun di sana. Bahkan ketika Cooper sudah kembali ke bumi, usianya menjadi 124 tahun. Nolan dikritik kurang mendalami teori relativitas di sini.

 

Sebagai perbandingannya, ketika seseorang berada di atas permukaan matahari yang gaya tarik gravitasinya jauh lebih besar daripada bumi, satu jam di bumi hanya bertambah 66 detik di matahari. Intinya, buat merealisasikan konsep perbedaan waktu tersebut, dibutuhkan gaya tarik gravitasi yang sangat besar dan itu biasanya hanya terdapat di black hole. Sayangnya, tak ada planet yang memiliki gravitasi besar seperti itu di alam semesta ini. Kalaupun ada, tubuh manusia bisa hancur berkeping-keping ketika mendekatinya.


 

Gambaran wormhole

Dalam sejarah manusia, memang belum pernah ada yang masuk melintasi wormhole. Wajar sih karena jaraknya sangat jauh dari bumi. Tetapi di Interstellar, Nolan berani menampilkan seperti apa sih dalamnya wormhole itu sendiri.

 

Sang karakter utama dan beberapa kru pesawatnya pun dikirim buat masuk ke wormhole yang ternyata merupakan kumpulan pola cahaya dengan berbagai warna di dalamnya. Namun di sini, Nolan membuat kesalahan besar. Karena kalau perjalanan ke wormhole itu memang ada, kita enggak bisa mendapatkan visual yang jelas dari kejauhan karena itu tadi pattern yang tak beraturan.


(Baca juga: Hal Keren yang Bisa Kita Pelajari dari Komandan Kapal Luar Angkasa, Chris Hadfield)

 

Bahan bakar kendaraan

Modal utama Christopher Nolan bukanlah soal cerita atau penampakan wormhole itu sendiri. Namun justru keberadaan pesawat ulang aling, Endurance yang mengantarkan Cooper menembus ruang dan waktu buat menyelamatkan dunia. Detil dimensi pesawat tersebut nyaris mendekati sempurna dengan gaya terbang berputar.

 

Apalagi kalau dikaitkan dengan teorinya. Sayang, desain pesawat Endurance di film ini ada cacatnya. Karena tangki bahan bakarnya nggak sebesar seperti yang seharusnya. Menurut seorang peneliti astrophysics, Dr Roberto Trotta, buat menembus kecepatan cahaya dengan jarak beribu-ribu cahaya melintas galaksi lain butuh bahan bakar yang sangat banyak. Sedangkan, tangki dan roket yang digunakan buat mendorong pesawat tersebut sangatlah kecil.

 

(Baca juga: 5 Fakta Yang Dikritik Para Peneliti dari Film Interstellar Bagian 2)

 

(ega/hai-online.com, foto: nolanfans.com, tumblr.com)

 

author :

Astri Soeparyono

Managing Editor untuk kawankumagz.com. Selama bekerja di kaWanku pernah wawancara langsung sama Justin Bieber, Greyson Chance, David Archuleta, Jessie J, Maroon 5, dan masih banyak lagi. Tapi, belum pernah ketemu langsung 30 Seconds to Mars.

Komentar Kamu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×
Up

SIGN IN