Playground

10 Buku Mengharukan Untuk Penyuka The Fault In Our Stars (Bagian 2)

Published by : Astri Soeparyono Posted on : Kamis, 23 April 2015

10 Buku Mengharukan Untuk Penyuka The Fault In Our Stars (Bagian 2)

Girls, kalau kamu suka banget sama kisah Hazel Grace dan Augustus, bakalan suka juga sama buku-buku dengan kisah menyentuh ini. Simak 10 buku mengharukan untuk penyuka kisah The Fault in Our Stars

 

(Baca juga: 10 Buku Mengharukan Untuk Penyuka The Fault In Our Stars (Bagian 1)

 

The Perks of Being a Wallflower, Stephen Chbosky

Charlie pindah ke sekolah baru dan bertemu teman-teman baru yang sangat menghargai persahabatan dengannya. Tapi ketika salah satu temannya dibully di depannya ia hilang kendali dan mengamuk. Membuat teman-temannya takut. Ia pun masuk ke rumah sakit jiwa. Ternyata ada bagian dalam diri Charlie yang teman-temannya belum tahu.

 

 

Suicide Notes, Michael Thomas Ford

Jeff yang baru berusia 15 tahun bangun di sebuah rumah sakit jiwa setelah ia mencoba bunuh diri. Ia pun bingung, apakah ia harus bertema dengan remaja lainnya di rumah sakit itu atau berusaha meyakinkan orang-orang kalau ia baik-baik saja dan semestinya enggak ada di sana.

 

(Baca juga: Tips Tempat Asyik Buat Baca Buku)

 

Naked Without a Hat, Jeanne Willis

Seorang remaja berusia 19 tahun bernama Will harus pindah dari rumah dan berusaha menyesuaikan diri di tempat baru. Berkenalan dengan orang baru. Tapi, ada sesuatu yang ia sembunyikan. Buku ini akan membuat pembaca bertanya-tanya, apa yang Will sembunyikan tentang dirinya sendiri sebelum pindah.

 

She is Not Invisible, Marcus Sedgwick

Laureth mencuri kartu kredit ibunya untuk mencari ayahnya yang tiba-tiba menghilang dalam perjalanan ke Swiss. Ia membawa adiknya, Benjamin, menuju Swiss. Ia khawatir ayahnya yang seorang penulis mengalami depresi. Uniknya, Laureth dalah seorang tunanetra.

 

This Star Won't Go Out, Esther Earl, Lori Earl, Wayne Earl dan John Green

Buku ini adalah kumpulan surat, diari, dan u=ungkapan pikiran dari Esther Earl, seorang cewek berumur 16 tahun dari Massachusetts yang meninggal tahun 2010. John Green, penulis The Fault In Our Stars, banyak menghabiskan waktu dengan Esther, bahkan obrolan mereka banyak yang menginspirasi The Fault In Our Stars. Walaupun karakter Esther sendiri sangat berbeda dengan Hazel. Tapi John bilang, tanpa Esther ia tidak akan bisa menulis The Fault In Our Stars

 

 

(Baca juga: Buku Rekomendasi Pecinta Film Dystopian Atau Petualangan The Hunger Games)

 (foto: tumblr.com, teenink.com)

 

author :

Astri Soeparyono

Digital Content Producer untuk kawankumagz.com. Selama bekerja di kaWanku pernah wawancara langsung sama Justin Bieber, Greyson Chance, David Archuleta, Jessie J, Maroon 5, dan masih banyak lagi. Tapi, belum pernah ketemu langsung 30 Seconds to Mars.

Komentar Kamu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×
Up

SIGN IN