Playground

10 Buku Mengharukan Untuk Penyuka The Fault In Our Stars (Bagian 1)

Published by : Astri Soeparyono Posted on : Kamis, 23 April 2015

10 Buku Mengharukan Untuk Penyuka The Fault In Our Stars (Bagian 1)

Girls, kalau kamu suka banget sama kisah Hazel Grace dan Augustus, bakalan suka juga sama buku-buku dengan kisah menyentuh ini. Simak 10 buku mengharukan untuk penyuka kisah The Fault in Our Stars.

 

(Baca juga: Bibliotherapy, Buku Sebagai Terapi)

 

It's Kind of a Funny Story, Ned Vizzini

Craig yang baru berusia 15 tahun harus masuk rumah sakit jiwa karena mengalami depresi. Ia merasa tertekan oleh tuntutan akademik di sekolahnya yang sangat tinggi. Di sana ia menemukan orang-orang yang sangat berbeda dari semua yang pernah ia temui seumur hidupnya. Buku ini terinspirasi pengalaman pribadi sang penulis yang juga mengalami depresi seumur hidupnya. Ia meninggal tahun 2013 lalu. Buku ini juga sudah dibuat versi filmnya dengan judul yang sama.

 

 

All My Friends are Superheroes, Andrew Kaufman

Bagaimana rasanya kalau semua teman kita punya kekuatan super? Tom merasakannya. Ia tidak punya kekuatan super tapi semua temannya adalah superhero. Termasuk istrinya. Tapi salah seorang temannya menghipnotis istri Tom sehingga enggak bisa melihat Tom. Buku ini mengisahkan perjuangan Tom mendapatkan istrinya kembali.

 

(Baca juga: Buku Yang Cocok Untuk Bibliotherapy)

 

The Miseducation of Cameron Post, Emily M. Danforth

Cameron kehilangan kedua orangtuanya, ia pun harus tinggal bersama bibi dan neneknya yang tegas. Ketika Cameron semakin dekat dengan temannya, Corey, bibinya mengirimkan dia ke sebuah perkemahan untuk para gay, dengan harapan ketika keluar mereka sudah berubah. Buku ini mengisahkan perjuangan Cameron selama di camp dan terinspirasi dari kisah nyata para remaja yang pernah masuk camp serupa.

 

Eleanor and Park, Rainbow Rowell

Eleanor dan Park jatuh cinta karena sering ngobrolin musik dan komik di bus sekolah. Tapi keduanya susah banget buat bersama, soalnya Park adalah keturunan Korea dan mereka tinggal di Amerika pada tahun 1980 di mana rasisme masih sangat kental.

 

Thirteen Reasons Why, Jay Asher

Ketika pulang dari sekolah, di depan pinru rumah Clay terdapat sebuah box. Isinya adalah kaset berisi curhatan teman sekolahnya yang belum lama ini bunuh diri, Hannah Baker. Di dalam box terdapat 13 kaset yang Hannah tujukan untuk 13 orang dalam hidupnya yang membuatnya memutuskan untuk bunuh diri.

 

(Baca juga: 10 Buku Mengharukan Untuk Penyuka The Fault In Our Stars (Bagian 2)

 

(foto: goodreads.com, tumblr.com)

 

author :

Astri Soeparyono

Managing Editor untuk kawankumagz.com. Selama bekerja di kaWanku pernah wawancara langsung sama Justin Bieber, Greyson Chance, David Archuleta, Jessie J, Maroon 5, dan masih banyak lagi. Tapi, belum pernah ketemu langsung 30 Seconds to Mars.

Komentar Kamu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×
Up

SIGN IN