Tingkat Membaca Indonesia Paling Rendah

Published by : Astri Soeparyono Posted on : Senin, 27 Mei 2013

Tingkat Membaca Indonesia Paling Rendah

Suka membaca, girls? Did you know, ada beberapa lembaga di dunia yang menghitung seberapa tinggi tingkat kemauan dan kemampuan membaca masyarakat di seluruh dunia?

 

Kualitas pendidikan

Organisation for Economic Co-operation and Development atau OECD adalah organisasi yang bertujuan meningkatkan perekonomian dan kehidupan sosial masyarakat dunia. OECD melakukan tes terhadap 470.000 anak berusia 15 tahun di seluruh dunia untuk mengetahui kualitas pendidikan mereka. Dan lima negara dengan nilai membaca, matematika dan sains terbaik di seluruh dunia berdasarkan data dari OECD adalah,

 

Membaca                             Matematika                          Sains

1. RRC (Shanghai)             1. RRC (Shanghai)             1. RRC (Shanghai)

2. Korea Selatan                  2. Singapura                         2. Finlandia

3. Finlandia                           3. Hong Kong                       3. Hong Kong

4. Hong Kong                       4. Korea Selatan                  4. Singapura

5. Singapura                         5. Taiwan                              5. Jepang

 

Di mana Posisi Indonesia?

Dari 68 negara yang mengikuti tes, Indonesia menempati peringkat ke-60 untuk tes membaca, peringkat ke-63 untuk tes matematika dan peringkat ke-63 untuk tes sains. Artinya, Indonesia termasuk 10 negara dengan nilai membaca, matematika dan sains terendah di dunia.

 

Terendah dia Asia Timur

Menurut laporan Bank Dunia dan studi IEA (International Association for the Evaluation of Education Achievement), tingkat membaca terendah dipegang oleh Indonesia (skor 51,7), di bawah Filipina (skor 52,6), Thailand (skor 65,1), Singapura (skor 74,0) dan Hong Kong (skor 75,5).

 

Kabar baiknya, meski sistem pendidikan kita masih terus dibenahi, tapi para orangtua di Indonesia makin menyadari perencanaan pendidikan bagi anak-anak mereka, hasil survei MasterCard 2012 menggarisbawahi masyarakat kita tengah berkembang ke arah yang baik, terutama di sektor pendidikan. Duh!

 

(dea, foto: kompasiana.com)

 

author :

Astri Soeparyono

Managing Editor untuk kawankumagz.com. Selama bekerja di kaWanku pernah wawancara langsung sama Justin Bieber, Greyson Chance, David Archuleta, Jessie J, Maroon 5, dan masih banyak lagi. Tapi, belum pernah ketemu langsung 30 Seconds to Mars.

Komentar Kamu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×
Up

SIGN IN