Siap-Siap Melihat Hujan Meteor Perseid di Bulan Agustus

Published by : Astri Soeparyono Posted on : Rabu, 12 Agustus 2015

Siap-Siap Melihat Hujan Meteor Perseid di Bulan Agustus

Agustus telah tiba! Saatnya untuk menikmati kembali hujan meteor Perseid yang akan mengawali pesta kembang api alami di langit malam. Yuk kita siap-siap melihat hujan memteor perseid di bulan Agustus ini!

 

(Baca juga: 7 Hantaman Meteor Terbesar)

 

Hujan meteor tahunan

Hujan meteor Perseid merupakan hujan meteor tahunan yang selalu mengunjungi masyarakat Bumi dari tanggal 17 Juli - 24 Agustus.  Tanpa harus menunggu malam puncak pun kamu sudah bisa menikmati kehadiran hujan meteor Perseid saat ini.

 

13 Agustus

Tapi, jika ingin menemukan lebih banyak meteor yang bertebaran muncul dari rasi Perseus, maka malam puncak dari hujan meteor Perseid akan berlangsung pada tanggal 13 Agustus 2015 dari jam 06.30 - 09.00 UT atau 13.30 - 16.00 WIB / 14.30 - 17.00 WITA / 15.30 - 18.00 WIT.   Bagi kita di Indonesia, waktu puncak hujan meteor Perseid bertepatan dengan waktu siang hari.

 

(Baca juga: 4 Teori Ilmiah Suara Misterius dari Langit Yang Menyerupai Bunyi Terompet Sangkakala)

 

Puncak hujan meteor di Indonesia

Masyarakat Indonesia bisa menikmati malam puncak hujan meteor Perseid pada tanggal 13 - 14 Agustus 2015 jelang dini hari. Rasi Perseus yang menjadi arah datangnya hujan meteor Perseid baru terbit tengah malam. Karena itu pengamatan baru bisa dilakukan lewat tengah malam saat  Waktu yang cocok untuk menikmati hujan meteor Perseid adalah menjelang fajar atau sekitar jam 03.00 - 05.00 dini hari ketika rasi Perseus sudah cukup tinggi dari horison.

 

Hujan meteor Perseid akan tampak datang dari arah rasi Perseus atau tepatnya di utara bintang Mirphak, bintang paling terang di rasi tersebut.

 

Kilatan cahaya meteor

Menurut International Meteor Organization atau IMO, puncak Hujan meteor Perseid tahun ini akan memiliki laju 100 meteor per jam.  Pada saat puncak hujan meteor Perseid, bulan sudah memasuki fasa Bulan Baru sehingga pengamat di Bumi bisa menikmati hujan kilatan cahaya meteor yang melintas dengan bebas. Tapi itu jika lokasi pengamatan kita bebas dari polusi cahaya.

 

(Baca juga: Misteri Bintang Sirius dan Sejarah Manusia)

 

(avivah/nationalgeographic.co.id, foto: astronomy.com, timeanddate.com, ryot.org)

 

author :

Astri Soeparyono

Managing Editor untuk kawankumagz.com. Selama bekerja di kaWanku pernah wawancara langsung sama Justin Bieber, Greyson Chance, David Archuleta, Jessie J, Maroon 5, dan masih banyak lagi. Tapi, belum pernah ketemu langsung 30 Seconds to Mars.

Komentar Kamu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×
Up

SIGN IN