Saat-saat Penting Hilangnya Pesawat Malaysia Airlines MH370

Published by : Astri Soeparyono Posted on : Kamis, 20 Maret 2014

Saat-saat Penting Hilangnya Pesawat Malaysia Airlines MH370

Berikut ini adalah bagaimana pakar merekonstruksi saat-saat penting penerbangan itu.

 

Serangkaian rincian baru menampilkan sebuah kronologi yang lebih jelas tentang apa yang mungkin terjadi pada pesawat Malaysia Airlines MH370 dari waktu lepas landas hingga status terakhirnya yang dapat diketahui, yaitu tujuh jam kemudian.

 

CEO Malaysia Airlines, Ahmad Jauhari Yahya, Senin (17/3), mengatakan bahwa tidak jelas apakah kata-kata terakhir dari kokpit datang sebelum atau setelah sistem data pelaporan pesawat itu dimatikan. Sebelumnya, pihak berwenang Malaysia mengatakan bahwa pesan "Baiklah, selamat malam" datang setelah sistem dinonaktifkan.

 

Pesawat itu hilang pada 8 Maret 2014, itu telah memasuki hari ke-12 pada Rabu (19/3) ini, dengan 239 orang di dalamnya.

 

Berikut ini adalah bagaimana pakar merekonstruksi saat-saat penting penerbangan itu, menurut koresponden penerbangan CNN, Richard Quest.

 

Lepas landas pukul 00.41

Semua sistem pelacakan berfungsi saat Boeing 777-200ER itu lepas landas dari Kuala Lumpur, Malaysia ke Beijing, Cina pada Sabtu, 8 Maret itu.

 

ACARS kirim data komunikasi pukul 01.07

Sekitar setengah jam setelah lepas landas, salah satu sistem komunikasi pesawat itu mengirimkan apa yang ternyata menjadi transmisinya yang terakhir, kata CEO Malaysia Airlines.

 

ACARS (Aircraft Communications Addressing and Reporting System) merupakan komputer di dalam pesawat yang mengumpulkan informasi, kebanyakan tentang kinerja pesawat dan pilot. Itu mirip komputer-komputer yang kini ada di dalam mobil yang melacak performa mesin.

 

Di pesawat, komputer ACARS memproses ribuan potongan data dan mengirim informasi itu melalui satelit ke maskapai penerbangan, produsen mesin dan para pihak berwenang lainnya. Informasi itu berguna bagi tujuan operasional, pemeliharaan, penjadwalan dan kinerja. "Bos Anda akan tahu bagaimana Anda menerbangkan pesawat karena ACARS akan memberitahu mereka," kata Quest.

 

Voice check-in pukul 01. 19

Seseorang di kokpit pesawat melakukan voice check-in dengan pengontrol lalu lintas udara saat pesawat itu tampaknya meninggalkan wilayah udara Malaysia dan memasuki wilayah udara Vietnam. Penyelidikan awal menunjukkan itu adalah co-pilot, Fariq Ab Hamid, kata sejumlah pejabat Malaysia Airlines.

 

"Baiklah, selamat malam" merupakan kata-kata terakhir dari kokpit, kata Zulazri Mohd Ahnuar, seorang petugas penerbangan sipil Malaysia. Frase "selamat malam (good night)" merupakan istilah radio yang digunakan para pilot ketika beralih dari satu wilayah udara yang satu ke wilayah udara yang lain, kata Quest. "Itu normal. Itu terjadi triliunan kali," tambah Quest.

 

Namun masih tidak jelas, apakah petugas kontrol lalu lintas udara Vietnam melakukan kontak dengan pesawat itu selama pengalihan wilayah itu.

 

Transponder mati pukul 01.21

Transponder pesawat berhenti berkomunikasi pukul 01.21, kata Azharuddin Abdul Rahman, direktur Departemen Penerbangan Sipil Malaysia.

 

Transponder mengirimkan pesan elektronik dari pesawat: memberi tahu sistem radar tentang nomor penerbangan, ketinggian, kecepatan dan arah pesawat. Ini merupakan informasi yang sangat berguna bagi para petugas kontrol lalu lintas udara yang sedang melihat sejumlah kerlip (blip) di layar mereka, dan setiap kerlip merupakan pesawat yang memancarkan informasi tentang identitas, berkat fungsi transponder itu.

 

Dengan matinya transponder, "sekarang pesawat terbang buta (flying blind) dari sudut pandang (petugas kontrol lalulintas di) darat," kata Quest. "Jika ada radar di sana, radar itu akan melihat sebuah kerlip, tetapi mereka tidak akan tahu siapa itu, kemana perginya. Mereka kini hanya tahu bahwa ada pesawat di sana."

 

Hal itu karena transponder tidak mengirim informasi tentang identitas pesawat itu. Mematikan transponder itu mudah, tinggal mematikan tombol di kokpit, kata Quest.

 

Pesawat hilang dari radar militer Thailand pukul 01.22

Radar militer Thailand melacak sinyal pesawat itu, tetapi pesawat tersebut hilang pukul 01.22, kata seorang juru bicara Angkatan Udara Kerajaan Thailand kepada CNN.

 

Radar Thailand mengetahui sebuah pesawat tidak dikenal pukul 01.28

Stasiun radar Thailand di Provinsi Surathani yang terletak di selatan negara itu melacak sebuah pesawat tak dikenal terbang dalam arah berlawanan dengan jalur MH370 yang sebenarnya, kata juru bicara Angkatan Udara Thailand kepada CNN.

 

Radar sipil kehilangan kontak dengan pesawat sekitar pukul 01.30

Petugas kontrol lalu lintas udara Malaysia di Subang, di luar Kuala Lumpur, kehilangan kontak dengan pesawat itu di atas Teluk Thailand, antara Malaysia dan Vietnam, di koordinat 06 55 15 N dan 103 34 43 E.


Transmisi ACARS yang mestinya muncul tidak muncul pada pukul 01.37

ACARS seharusnya mengirimkan data setengah jam setelah pengiriman terakhir. Karena itu, ACARS seharusnya mengirimkan data lagi pada pukul 01.37, tetapi hal itu tidak terjadi, kata Yahya. Jadi, ACARS berhenti berkomunikasi antara pukul 01.07 - 01.37.

 

Menurut Quest, ini sebuah peristiwa penting. Mematikan ACARS butuh pengetahuan khusus. Jika pesawat itu dibajak atau menjadi target terorisme, mematikan ACARS akan menjadi langkah strategis karena sistem itulah yang melapor ke satelit apa pun yang dilakukan terhadap pesawat.


Deteksi radar militer pukul 02.15

Meskipun pesawat Malaysia itu tidak mengirimkan informasi dengan ACARS atau transponder, radar di darat atau di tempat lain masih dapat mendeteksi pesawat di udara. Menurut seorang perwira Angkatan Udara Malaysia, radar militer melacak pesawat itu saat melewati pulau kecil yang disebut Pulau Perak di Selat Malaka.

 

Pada titik ini, pesawat itu sudah ratusan mil dari jalur sebenarnya. Bahkan, pesawat itu sudah berada di sisi lain Semenanjung Malaysia.

 

Radar militer menunjukkan, pesawat itu terbang ke arah barat Semenanjung Malaysia, kata Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak. Pesawat itu kemudian diyakini entah berbelok ke arah barat laut ke Teluk Benggala atau ke barat daya ke Samudera Hindia. Itulah terakhir kalinya radar sipil atau militer diketahui telah melacak pesawat itu.

 

Fokus saat ini adalah mencari pesawat itu di Samudra Hindia bagian selatan, kata seorang pejabat AS. "Skenario selatan tampaknya lebih masuk akal," kata pejabat itu.

 

Pesawat itu seharusnya tiba di Beijing pukul 06.30

Itulah waktu MH370 seharusnya mendarat di ibu kota China itu.

 

Pengumuman pesawat hilang pukul 07.24

Malaysia Airlines mengumumkan hilangnya pesawat itu di Facebook.

 

Handshake satelit pukul 08.11

Najib mengungkapkan hari Sabtu bahwa satelit masih melacak pesawat itu pada pukul 08.11, tujuh jam lebih setelah lepas landas. Najib tidak memberikan rincian tentang pelacakan satelit itu. Namun tampaknya sejumlah satelit di atas samudra mendeteksi pesawat itu karena sebuah satelit atau sejumlah satelit berusaha melakukan serangkaian "handshake", atau koneksi elektronik, dengan pesawat di bawahnya, kata Quest.

 

Kemungkinan pesawat itu tidak menyelesaikan proses handshake karena sistem komunikasinya dinonaktifkan, kata Quest.

 

Namun, satelit akan tetap mampu melacak pesawat yang terbang di bawah mereka dan akan menyampaikan pesan elektronik seperti memanggil: "Ada pesawat: Halo, halo, halo? Apakah Anda punya sesuatu untuk kami" kata Quest.

 

Perdana Menteri Malaysia mengatakan, "data mentah satelit" mengkonfirmasi bahwa pesawat itu adalah MH370. Menurut Najib, pihak AS dan Inggris sepakat tentang hal itu. "Karena jenis data satelit itu, kami tidak dapat mengonfirmasi lokasi yang tepat dari pesawat itu ketika terakhir kali melakukan kontak dengan satelit," kata Najib.

 

Pihak berwenang yakin pesawat itu berada di salah satu dari dua "koridor", entah koridor utara yang memanjang dari utara Thailand, Kazakhstan hingga Turkmenistan atau di koridor selatan menuju Indonesia hingga Samudera Hindia di selatan.

 

(nationalgeographic.co.id, sumber: cnn, kompas.com, foto: wikimedia) 

 

author :

Astri Soeparyono

Managing Editor untuk kawankumagz.com. Selama bekerja di kaWanku pernah wawancara langsung sama Justin Bieber, Greyson Chance, David Archuleta, Jessie J, Maroon 5, dan masih banyak lagi. Tapi, belum pernah ketemu langsung 30 Seconds to Mars.

Komentar Kamu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×
Up

SIGN IN