Panasonic: Berbagi Cerita Lewat Karya Visual

Published by : Marti Posted on : Minggu, 25 Agustus 2013

Panasonic: Berbagi Cerita Lewat Karya Visual

PT Panasonic Gobel Indonesia baru - baru ini mengadakan sebuah kompetisi dimana kita bisa mengekspresikan pesan dan cerita lewat video dan diary bergambar. Disini, kita enggak cuma menantang diri untuk mencoba hal baru dengan lebih serius, tetapi juga mendapatkan berbagai pengetahuan mengenai langkah-langkah membuat video lho!

 

Kid Witness News (KWN)

Program kompetisi ini pertama kali diadakan pada tahun 1988 di daerah Amerika Serikat., dan sudah ada di Indonesia sejak tahun 2004. Tahun ini, dengan tema "Uniknya Duniaku", para peserta yang usianya dibatasi dari 10-15 tahun diharuskan untuk membuat video yang berdurasi 5 menit.

 

Dari 130 peserta terdaftar, para juri menentukan sepuluh naskah terpilih dari berbagai sekolah. Sepuluh finalis yang dinilai paling kreatif, orisinil, serta sesuai dengan tema ini, diberikan kesempatan untuk mengikuti Workshop Intensif dari berbagai orang terkenal di dunia perfilman. Nama Titien Wattimena, seorang penulis naskah film, serta Yadi Sugandi, sinematografer, masuk ke dalam jajaran mentor tahun ini.

 

Video dengan variasi ide cerita pun bermunculan, banyak yang menceritakan tentang spesialisasi daerah tempat tinggal mereka sebagai bagian dari uniknya dunia. Ada juga yang mempertunjukkan ide-ide baru dengan berbagai pesan moral. Tahun ini, 'Turn Off Your Device' karya SMP Salman Al-Farisi, Bandung, terpilih sebagai pemenang pertama, yang diikuti oleh 'Sang Penyampai Pesan' dari SDN 57 Ketam Putih, Riau, dan 'Keringat Si Kecil' dari SMPN 4 Surakarta, sebagai pemenang kedua dan ketiga.

 

Eco Picture Diary (EPD)

Enggak cuma video, kita juga ditantang untuk menggambar sekaligus menyatakan peran serta dalam menjaga lingkungan lewat kompetisi EPD yang bekerja sama dengan UNICEF.

 

Tahun ini, kompetisi yang sudah tiga kali diadakan di Indonesia ini, menerima sekitar 547 buku diary yang berisi tentang kegiatan para peserta menjaga, melindungi, serta melestarikan lingkungan di sekitarnya. Hal ini membuktikan kalau umur enggak berperan besar dalam kegiatan positif. Kita boleh banget melakukan gerakan positif, enggak perduli seberapa muda atau seberapa tua umur kita.

 

Mengingat begitu banyaknya jumlah peserta yang mengikuti kompetisi ini, memilih Amirah Salsabila Widad Putri dari SDIT Al-Hamidiyah sebagai pemenang pertama, jelas bukan hal yang mudah. Begitu pula dengan Itsar Rayhan dari SMPN 49 Jakarta, dan Bella Arinda Putri dari SMPN 85 Jakarta sebagai pemenang kedua dan ketiga.

 

Tapi enggak perlu khawatir girls, masih banyak jalan menuju Roma. Meskipun enggak mengikuti berbagai kompetisi, hal paling utama yang dibutuhkan untuk melakukan gerakan perubahan adalah gerakan itu sendiri, hi-hi, setuju girls?

 

(uswatun, foto: uswatun)

author :

Marti

Komentar Kamu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×
Up

SIGN IN