Leelah Alcorn: Transgender Remaja yang Diduga Bunuh Diri

Published by : Astri Soeparyono Posted on : Jumat, 2 Januari 2015

Leelah Alcorn: Transgender Remaja yang Diduga Bunuh Diri

Lahir dengan nama Joshua Alcorn (17) remaja dari Ohio Amrik ini merasa terjebak di dalam tubuh seorang cowok. Padahal di dalam hatinya ia merasa sebagai seorang cewek. Remaja yang mengganti namanya menjadi Leelah Alcorn ini diduga bunuh diri setelah ditemukan meninggal ditabrak truk.

 

(Baca juga: Mitos Salah Soal Bunuh Diri Yang Harus Kita Pahami)

 

Masih dalam penyelidikan

Leelah berjalan kaki di jalanan sekitar rumahnya pada pukul 2.30 dini hari waktu setempat. Di jalan raya antara Kings Island dan Interstate 71, ia ditabrak oleh traktor trailer. Leelah meninggal di tempat. Polisi pun menyelidiki kecelakaan ini, walaupun pihak keluarga tidak menuntut supir truk atau pihak manapun. Survei tahun 2010 dari National Center for Transgender Equality dan National Gay and Lesbian Task Force melaporkan bahwa 41 persen dari 7 ribu transgender di Amerika Serikat pernah melakukan percobaan bunuh diri.

 

Seorang transgender

Leelah sempat bersekolah di Kings School tapi belum lama ini menjadi siswa sekolah online, Ohio Virtual Academy. Sejak berusia 4 tahun, Leelah sudah merasa bahwa dirinya seorang cewek. Baru di usia 14 tahun ia mendengar istilah 'transgender' dan merasa itulah dirinya. Tapi kedua orangtuanya yang penganut Kristiani, memintanya untuk mengikuti konseling dan memintanya untuk berperilaku 'normal' sebagai anak cowok.

 

(Baca juga: Apa Itu Transgender?)

 

Pesan terakhir

Di hari ia meninggal, Leelah sudah menjadwalkan sebuah tulisan untuk terbit di Tumblr miliknya. Tulisan Leelah yang berjudul Sorry ini berisi ucapan sayangnya pada adik dan kakaknya, ucapan terima kasih untuk temannya, dan mengatakan "kalian tidak boleh mengontrol orang lain seperti itu," untuk kedua orangtuanya.

 

Status di social media

Selain Sorry yang dibaca hingga 80.000 orang lebih ini, Leelah juga berulang kali menuliskan keresahan dan keinginannya untuk bunuh diri di social media.

 

"After 10 years of confusion I finally understood who I was," tulis Leelah soal jati dirinya.

 

"The only way I will rest in peace is if one day transgender people aren't treated the way I was, they're treated like humans, with valid feelings and human rights," tulis Alcorn.

 

"My death needs to mean something," tulisnya di Tumblr dan dijadwalkan muncul di hari kematiannya.

 

(Baca juga: Kenapa Remaja Rentan Depresi Dan Bunuh Diri?)

 

(astri, foto: ladybud.com, katyjon.com, examiner.com)

 

author :

Astri Soeparyono

Digital Content Producer untuk kawankumagz.com. Selama bekerja di kaWanku pernah wawancara langsung sama Justin Bieber, Greyson Chance, David Archuleta, Jessie J, Maroon 5, dan masih banyak lagi. Tapi, belum pernah ketemu langsung 30 Seconds to Mars.

Komentar Kamu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×
Up

SIGN IN