Ada Hubungan Antara Gigitan Kucing dan Depresi?

Published by : Astri Soeparyono Posted on : Sabtu, 8 Maret 2014

Ada Hubungan Antara Gigitan Kucing dan Depresi?

Data menunjukkan adanya hubungan antara gigitan kucing dan kesehatan mental seseorang.

 

Baru-baru ini didapatkan data, bahwa orang yang datang ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan karena gigitan kucing, ternyata cenderung mengalami depresi.

 

Dari catatan 1,3 juta pasien selama 10 tahun, para peneliti menemukan bahwa 41 persen dari 750 orang yang digigit kucing juga didiagnosa mengalami depresi. Dari orang yang depresi dan digigit kucing, 85,5 persen adalah cewek.

 

Lebih banyak cewek

Setelah data-data tersebut diteliti, ditemukan bahwa: kemungkinan seorang cewek didiagnosa mengalami depresi pada titik tertentu dalam hidupnya jika dihubungkan dengan gigitan kucing, adalah 47 persen, dibandingkan dengan 24,2 persen cowok dengan gigitan yang sama.

 

Orang depresi tidak disukai kucing

Alasannya, menurut dugaan peneliti, bisa jadi orang yang depresi cenderung memelihara kucing. Tapi di lain pihak, bisa jadi orang yang depresi memiliki kelakuan yang tidak disukai banyak kucing yang memicu gigitan.

 

Hal yang terakhir, adalah bukti yang semakin kuat akan adanya hubungan antara kucing dan gangguan mental seseorang. Dan hal itu terkait Toxoplasma gondii yang hidup pada kucing. Orang yang terinfeksi T. gondii yang ditularkan lewat kotoran kucing, memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk melakukan bunuh diri, misalnya. Ditemukan bukti pula bahwa parasit bisa jadi memainkan peranan membuat beberapa orang mengalami skizofenia.

 

(titania/nationalgeographic.co.id, foto: petsit.com) 

 

author :

Astri Soeparyono

Managing Editor untuk kawankumagz.com. Selama bekerja di kaWanku pernah wawancara langsung sama Justin Bieber, Greyson Chance, David Archuleta, Jessie J, Maroon 5, dan masih banyak lagi. Tapi, belum pernah ketemu langsung 30 Seconds to Mars.

Komentar Kamu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×
Up

SIGN IN